Pembekalan wawasan kebangsaan, Gotong royong di era Pandemi, di Desa Pagelaran Kabupaten Malang, oleh H. Gunawan
Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) H.Gunawan HS, S.H.,M.Hum, menggelar pembekalan wawasan kebangsaan bertajuk "Gotong Royong di Era Pandemi", di Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Sabtu (19/2/2022) malam. Acara dimeriahkan oleh seni budaya karawitan pimpinan Bogel Sutrisno.
Di awal sambutannya, Gunawan menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang mengenai diri dan tanah air. Juga cara bersikap bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Wawasan kebangsaan, sebut Gunawan, merupakan sebuah pedoman yang masih bersifat filosofis normatif. Maka itu, wawasan kebangsaan harus senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dan berbagai bentuk implementasi.
Memahami dan mempedomani ajaran wawasan kebangsaan, akan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan masing-masing individu di tengah masyarakat yang majemuk. Sehingga terwujud ketahanan pribadi dan dapat menciptakan suatu ketahanan nasional Indonesia.
Gunawan mengatakan, wawasan kebangsaan merupakan salah satu kunci terwujudnya toleransi dan nasionalisme. Wawasan kebangsaan juga menjadi kunci penguatan kebhinekaan, toleransi dan gotong royong di tengah tantangan disrupsi dan globalisasi peradaban. Terlebih di era Pandemi saat ini.
Kepedulian dalam menghadapi Pandemi, maka budaya gotong royong pun benar - benar harus diterapkan, ujar Abah Gun sapaan akrabnya.
Lanjut Gunawan mengatakan, sejalan dengan imbauan Pemerintah agar masyarakat Indonesia terus menggaungkan semangat kegotongroyongan, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Karena itu, Gunawan menekankan pentingnya partisipasi masyarakat bersama pemerintah dalam melewati tantangan yang tidak mudah saat ini.

Ia menambahkan, di tengah tantangan menghadapi pandemi global Covid-19, kepekaan hati dan solidaritas masyarakat Indonesia terus diuji. Masyarakat yang menerapkan gotong royong di tengah pandemi Corona patut ditiru.
Terkait seni budaya di Indonesia seperti Karawitan, Gunawan menginginkan budaya ini agar terus dipertahankan dan dikembangkan. Pasalnya, beberapa budaya di Indonesia sudah mulai hilang dan sirna terdegradasi atau terkikis oleh pengaruh budaya barat. Budaya kita dianggap kuno.
Misalnya batik. Saat ini yang memiliki hak paten adalah Malaysia, bukan Indonesia. Padahal batik adalah asli karya seni Indonesia, tutur Gunawan.
"Terutama kaum milenial atau kaum muda agar ikut berpartisipasi dalam mengembangkan seni karawitan karena seni ini adalah hak paten bangsa Indonesia", harap dia.
Gunawan mengakui, budaya seni karawitan ini memang kurang mendapat perhatian. Baik dari masyarakat maupun pemerintah. Tentu ini menjadi tugas semua pihak terutama kaum milenial sebagai generasi mendatang agar tetap mencintai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan ini harus dipertahankan.
"Saya akan siap mensupport seni budaya Indonesia untuk kegiatan berikutnya salah satunya seni Karawitan ini", tandas Pria asal Kecamatan Gondanglegi itu, mengakhiri.
Hadir pada kali ini, Perwakilan Pemkab Malang, Sekretaris Desa Pagelaran, para Perangkat desa dan masyarakat Desa Pagelaran. Sebagai pemateri pada pembekalan wawasan kebangsaan, Khairul Basar.
Pewarta : Asral








