Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi
Klikwarta.com, Surabaya - Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi, mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyalurkan aspirasi di tengah berbagai dinamika sosial dan ekonomi yang berkembang saat ini. Ia meminta publik tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang masif beredar di media sosial.
Menurut anggota DPRD Jatim Dapil Mojokerto-Jombang itu, pengalaman dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi harus dijadikan pelajaran bersama supaya masyarakat tidak kembali terjebak dalam provokasi yang justru memicu persoalan baru.
"Jangan sampai kita melawan lupa terhadap apa yang pernah terjadi. Ini menjadi perhatian kita semua. Masyarakat jangan sampai terbawa kabar bohong atau informasi sesat yang beredar di media sosial," ujar Sumardi kepada wartawan.
Politisi Fraksi Golkar DPRD Jatim tersebut menilai masyarakat perlu lebih cermat dalam menyikapi setiap informasi yang datang dari berbagai pihak. Setiap informasi, kata dia, harus disaring dan dikaji terlebih dahulu sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.
"Kita harus lebih bijak. Pengalaman-pengalaman sebelumnya harus menjadi pelajaran dalam mencermati perkembangan yang ada. Informasi dari berbagai pihak harus betul-betul diperhatikan dan diverifikasi," katanya.
Ia mengingatkan penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi memicu kegaduhan dan konflik di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut menjaga situasi agar tetap kondusif.
"Jangan sampai akhirnya menimbulkan persoalan baru yang berujung pada provokasi dan menjadi masalah seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Kita harus menjaga bersama-sama," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sumardi juga menanggapi sorotan publik terkait kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kondisi global yang hingga kini masih berdampak pada perekonomian nasional.
Ia menjelaskan pergerakan harga BBM selama ini sangat dipengaruhi fluktuasi harga minyak dunia. Berbeda dengan beberapa tahun lalu yang perubahan harganya relatif stabil, kini dinamika pasar energi global berlangsung sangat cepat dan fluktuatif.
"Kalau saya melihat, kenaikan BBM ini mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Kondisi global beberapa waktu terakhir memang belum sepenuhnya stabil sehingga berdampak pada banyak sektor," ujarnya.
Meski demikian, Sumardi berharap pemerintah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal negara dan kemampuan masyarakat. Menurutnya, kebijakan energi harus tetap memperhatikan daya beli rakyat agar tidak menambah beban ekonomi masyarakat.
Ia optimistis apabila kondisi global semakin membaik dan harga energi dunia kembali stabil, maka dampaknya juga akan dirasakan di dalam negeri, termasuk terhadap harga BBM.
"Kalau kondisi global sudah lebih baik dan biaya operasional energi bisa terkendali, tentu ke depan ada peluang penyesuaian yang lebih ringan. Kita berharap situasi internasional semakin kondusif sehingga tidak memberikan tekanan yang besar kepada masyarakat," katanya.
Menutup pernyataannya, Sumardi kembali mengajak masyarakat untuk menyalurkan aspirasi secara santun, sesuai aturan yang berlaku, serta mengedepankan kepentingan bersama.
"Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak setiap warga negara. Tetapi lakukan dengan bijak, jangan mudah terprovokasi, dan tetap menjaga ketertiban serta persatuan," pungkasnya.








