Anak-anak korban gempa membaca buku perpustakaan keliling, Kabupaten Sikka, Selasa (18/8)
Klikwarta.com, Sikka - Upaya pemulihan kondisi psikososial pengungsi terus dilakukan di tengah masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, para pengungsi di GOR Samador mendapatkan layanan dukungan psikososial melalui kegiatan trauma healing serta kehadiran perpustakaan keliling dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Selasa (18/8).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan pengungsi, khususnya anak-anak yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di lokasi pengungsian. Perpustakaan keliling menyediakan berbagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan anak-anak untuk mengisi waktu sekaligus menjaga aktivitas belajar dan bermain selama berada di pengungsian.
Selain membaca, anak-anak juga mengikuti kegiatan trauma healing yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Berbagai aktivitas seperti permainan edukatif, bercerita, bernyanyi, hingga aktivitas kelompok dilakukan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi kecemasan dan tekanan akibat situasi bencana.

Kegiatan dukungan psikososial tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali merasakan suasana yang lebih nyaman dan aman. Pendamping mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain bersama sehingga mereka tetap dapat menjalani aktivitas sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangannya.
Kehadiran perpustakaan keliling dan trauma healing di GOR Samador menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, layanan dukungan psikososial diharapkan dapat terus diberikan selama masyarakat masih berada di pengungsian. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak. (**)








