Kenaikan Harga BBM, Demokrat Karanganyar Nilai Pemerintah Abaikan Nasib Rakyat

Senin, 05/09/2022 - 15:29
Tri Hariyadi, Ketua DPC Partai Demokrat Karanganyar.

Tri Hariyadi, Ketua DPC Partai Demokrat Karanganyar.

Klikwarta.com, Karanganyar - Partai Demokrat Karanganyar menyatakan ikut menolak kebijakan pemerintah yang telah menaikkan harga BBM. Bukan tanpa alasan, Demokrat menilai bahwa kebijakan tersebut akan memicu penurunan daya beli dan menambah angka kemiskinan. Terlebih, kenaikan harga BBM terjadi di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang baru mulai bangkit setelah dua tahun terdampak pandemi Covid-19. 

"Kami menilai Pemerintah tidak peka terhadap nasib rakyat yang kesulitan paska didera pandemi selama hampir 2 tahun. Pemerintah bahkan terkesan memaksakan kehendak untuk proyek - proyek yang tidak menyentuh langsung kehidupan masyarakat," terang Ketua DPC Partai Demokrat Karanganyar, Tri Hariyadi, Senin (5/9/2022).

Tri Hariyadi mengatakan, Partai Demokrat juga tidak melihat upaya pemerintah dalam melakukan penghematan yang sama artinya membuat kehidupan rakyat semakin bertambah sulit. Naiknya harga BBM juga dikhawatirkan akan berimplikasi terhadap kenaikan harga barang lainnya, terutama bahan kebutuhan pokok. 

Tri Hariyadi juga menyinggung bahwa anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah hanya untuk pembangunan proyek pencitraan. Ia juga menilai para pejabat dan aparat pemerintah hanya   mementingkan gaya hidup dengan mengabaikan nasib rakyat. 

"Tidak terlihat tanda -tanda upaya untuk mengencangkan ikat pinggang dari operasional pemerintah. Selain itu, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM di Indonesia tidak turun. Lalu, uangnya sekarang kemana?. Pemerintah bukannya mengurangi tetapi malah menambah beban rakyat. Kondisi rakyat saja belum pulih akibat pandemi, tetapi malah semakin diperberat oleh kebijakan pemerintah yang justru menaikkan harga BBM," tandasnya.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait