Modus Cari Kontrakan, Pinjam Motor Dibawa Kabur

Kamis, 25/06/2020 - 00:53
STNK motor korban

STNK motor korban

Klikwarta.com, Sumatera Selatan - Jum'at (19/06/2020) sekira pukul 12.10 wib, Pasutri warga Desa Srimulyo, kecamatan Belitang Mulya kabupaten Ogan Komering Ulu (Oku) Timur, Suwardi (40) dan Marpuatun (35) diduga menjadi korban Curanmor dengan modus pinjam motor untuk mencari kontrakan oleh Orang Tidak Dikenal (OTD).

Korban kehilangan satu unit sepeda motor jenis Honda Supra tipe AFX12U1C08 M/T warna Hitam dan Nomor polisi BG 2939 YAi tahun 2017 atas nama Surat Kendaraan (STNK) yang bersangkutan atau korban Sumardi.

Kronologis kejadian, bermula ketika OTD yang berjalan kaki sendiri dari arah Jalan Raya BK16 atau jalan poros dengan ciri-ciri badan bersih dan gemuk agak sedang, kulit putih sawo matang, tinggi sekitar 160 cm dan umur sekitar kurang lebih 40 tahun, sekira pukul 09.30 wib menghampiri tiga warga Desa Srimulyo yang sedang duduk di depan rumah orang tua dari saudara Jupendi bersama dua temannya Erpan dan Lupe.

OTD mampir bertanya dan sempat ngobrol kepada tiga orang tersebut, mau mencari rumah kos (kontrakan). Kemudian OTD minta diantar Jupendi mencari rumah kos diiming-imingi imbalan.

Lalu, keduanya berkeliling Desa tanya sana tanya sini mencari rumah yang bisa ditempati (sewa) untuk ditempati bersama keluarganya, kemudian bertemulah OTD dengan istri dari korban yang bernama Marpuatun dan orang tua korban ibu HJ.Wagiah yang mempunyai rumah tinggal (kosong) milik anaknya yang merantau (bekerja) di Bangka yang bernama Tasdik.

OTD dan korban berunding (nego) soal berapa per bulan harga dari rumah kontrakan kalau di sewa atau ditempati. Kata sepakat pun terjadi antara keduanya, rumah kos tersebut per bulan Rp 2.000.000. Herannya pada saat rumah masih dalam keadaan terkunci dan keluarga pemilik rumah sedang mengambil kunci, OTD terlihat tidak sabar dan menyuruh Jupendi masuk lewat pintu jendela yang dibuka oleh OTD.

"Entah dari mana dia tahu kalau posisi pintu jendela rumah tersebut tidak terkunci. Pada saat itu saya diiming-imingi akan diberi imbalan kalau tersangka sudah menjemput keluarganya (istri dan anaknya). Jujur saya tidak mengenalnya sama sekali, bertemu baru sekali, mungkin kurang lebih dua jam saya mengantar OTD untuk mencari rumah kontrakan yang katanya untuk bisnis sales dan jualan kain, setelah itu saya pergi dari lokasi (pulang) ke rumah dan sekira pukul 13.30 wib ibu HJ.Wagiyah menemui saya menanyakan keberadaan OTD dan kendaraannya yang dibawa oleh OTD karena mau membeli Nasi bungkus dan sapu", tutur Jupendi saat di temui dikediamannya Jum'at (19/06/2020) sekira pukul 16.30 wib.

"Cucu dari Bu Haji ikut laki-laki sekitar umur 5 tahun anak dari Bapak Jalil, sesampainya di warung anak tersebut disuruh OTD membelikan sapu dan ditinggal olehnya. Karena lama tak kunjung kembali, cucu dari ibu haji pulang kerumah membawa sapu berjalan kaki. Begitu sampai, cucunya ditanya oleh neneknya kemana OTD dan sang cucu menjawab pergi tidak kunjung kembali. Diperkirakan motor telah dibawa lari kabur oleh OTD, saat ibu Haji bercerita kepada saya sesudah kejadian", jelas Jupendi.

Sementara korban Sumardi saat ditemui dirumahnya sekira pukul 17.00 wib menyampaikan pada saat kejadian sedang tidak berada di rumah lagi ke kebun (ladang) setelah pulang sampai di rumah baru mendengar dan mengetahui cerita tentang kejadian yang menimpa keluarganya.

"Saya tahu sesudah kejadian, karena saat itu saya ke ladang yang berada di rumah istri saya (Marpuatun), memang benar motor saya telah hilang jenis Honda Supra dan sampai saat ini kendaraan belum kembali yang diperkirakan sudah dibawa lari (kabur) oleh OTD yang tidak ada satupun warga yang mengenalnya, apa lagi indentitasnya belum diketahui siapa. Padahal posisi motor ada obrok (keruntungnya) karena sering dibawa belanja untuk mengisi warung dan menurut informasi OTD dari daerah Seberuk kabupaten OKI yang sebelumnya mengetuk salah satu rumah warga Desa Srimulyo yang bernama Bilal kemudian ke arah masjid dan menemui Jupendi yang sedang ngobrol dengan temannya. Mereka bertiga juga tidak mengenal dan tidak mengetahuinya siapa, saat kejadian di rumah yang mau dikontrak sewa rumah adik saya memang dianya sedang merantau

"Hingga saat ini kami belum melapor ke pihak yang berwajib karena masih kita tunggu itikat baik dari OTD untuk mengembalikan kendaraan atau motor tersebut", pungkasnya.

(Pewarta : Aliwarda)

Tags

Berita Terkait