Tekan ATS dan Pernikahan Dini, Gus Fawait Ajak Pelajar Pakusari Fokus Kejar Pendidikan

Selasa, 21/07/2026 - 10:39
Gus Muhammad Fawaid, saat berada di SMP Negeri 1 Pakusari, Senin (20/7/2026).

Gus Muhammad Fawaid, saat berada di SMP Negeri 1 Pakusari, Senin (20/7/2026).

Klikwarta.com, Jember - Upaya Pemerintah Kabupaten Jember menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan pernikahan dini terus dilakukan. Salah satunya melalui Apel Siswa dalam program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) – Guse Menyapa yang dipimpin langsung Bupati Jember, Gus Muhammad Fawaid, di SMP Negeri 1 Pakusari, Senin (20/7/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan siswa SMP negeri dan swasta se-Kecamatan Pakusari itu, Gus Fawait mengajak para pelajar menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama sebelum memikirkan pernikahan maupun pekerjaan.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi terbaik untuk meningkatkan taraf hidup. Ia mencontohkan perjalanan hidupnya yang berasal dari desa, mengenyam pendidikan di pesantren, kemudian melanjutkan kuliah hingga meraih gelar doktor.

"Jangan pernah takut bermimpi besar. Saya berasal dari desa dan bisa menyelesaikan pendidikan sampai S3. Kalian juga punya kesempatan yang sama," ujarnya di hadapan para siswa.

Untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas, Pemkab Jember juga terus menggulirkan program beasiswa bagi mahasiswa. Program tersebut diharapkan menjadi solusi bagi siswa berprestasi maupun yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Selain memberi motivasi belajar, Bupati juga menaruh perhatian pada tingginya angka stunting dan kematian ibu serta bayi di Jember. Ia menyebut salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah masih adanya pernikahan usia dini.

Karena itu, Gus Fawait mengingatkan para pelajar agar fokus menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu. Ia juga mengutip penjelasan tenaga medis bahwa usia ideal perempuan untuk menjalani kehamilan berada pada rentang 21 hingga 35 tahun.

Suasana kegiatan berlangsung santai dan penuh antusias. 
Bupati beberapa kali mengajak siswa berdialog mengenai cita-cita mereka, mulai dari menjadi dokter, polisi hingga profesi lainnya. Ia juga memberikan hadiah kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan tentang pendidikan dan stunting.

Kepala SMP Negeri 1 Pakusari, Kukuh Prasetyo, S.Pd., mengatakan kehadiran Bupati menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta didik.

Menurutnya, motivasi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan semangat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sekaligus menekan angka ATS di wilayah Pakusari.

"Kami berharap anak-anak memiliki motivasi yang kuat untuk terus sekolah. Setelah kegiatan ini mereka semakin yakin melanjutkan pendidikan, baik ke SMA, SMK, maupun hingga perguruan tinggi," kata Kukuh.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diikuti siswa dari SMP Negeri 1 Pakusari serta sejumlah SMP swasta di Kecamatan Pakusari. Selain menjadi bagian dari rangkaian program Bunga Desaku, kegiatan itu juga menjadi wadah edukasi mengenai pentingnya pendidikan, kesehatan, dan perencanaan masa depan bagi generasi muda Jember.

Pewarta: Maria

Berita Terkait