Indeks Kebahagiaan Provinsi Bengkulu Naik, Orang Lajang Paling Bahagia

Selasa, 12/09/2017 - 06:03
Indeks Kebahagiaan Provinsi Bengkulu Menurut Status Perkawinan tahun 2017

Indeks Kebahagiaan Provinsi Bengkulu Menurut Status Perkawinan tahun 2017

Berdasarkan hasil survei, penduduk yang belum menikah atau lajang lebih tinggi memiliki indeks 71,18 dibandingkan dengan penduduk dengan status perkawinan yang lain.

Klikwarta.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data indeks kebahagiaan penduduk Provinsi Bengkulu pada 2017. Hasil survei menunjukkan orang Bengkulu cukup bahagia dengan indeks sebesar 70,61 pada skala 0-100.

Indeks Kebahagiaan Provinsi Bengkulu tahun 2017 yang dihitung dengan menggunakan Metode 2014, lebih tinggi dibanding tahun 2014. Pada tahun 2017 sebesar 69,35 sedangkan pada tahun 2014 sebesar 67,43. Dengan demikian, telah terjadi peningkatan indeks sebesar 1,92 poin.

Indeks Kebahagiaan Provinsi Bengkulu tahun 2017 merupakan indeks komposit yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu kepuasan hidup (Life Satisfaction), perasaan (Affect), dan makna hidup (Eudaimonia). Bobot masing-masing dimensi terhadap Indeks Kebahagiaan adalah Kepuasan Hidup 34,80 persen, Perasaan (Affect) 31,18 persen, dan Makna Hidup (Eudaimonia) 34,02 persen.

Nilai indeks masing-masing dimensi Indeks Kebahagiaan adalah sebagai berikut: yaitu: (1) Indeks Dimensi Kepuasan Hidup sebesar 70,45; (2) Indeks Dimensi Perasaan (Affect) sebesar 68,52; dan (3) Indeks Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia) sebesar 72,68. Seluruh indeks dimensi diukur pada skala 0-100. 

Berdasarkan indikator indeks kebahagiaan, penduduk Provinsi Bengkulu paling tidak puas dengan tingkat pendidikan dan keterampilannya dengan angka 58,57. Namun demikian, masih terdapat beberapa indikator lain yang memiliki indeks dibawah 70, yaitu Pendapatan Rumah Tangga, Kesehatan, Pengembangan Diri, Perasaan Tidak Khawatir/Cemas, Pekerjaan/Usaha/Kegiatan Utama, Perasaan Tidak Tertekan, dan Kondisi Rumah dan Fasilitas Rumah. Sementara indikator paling tinggi pada keharmonisan keluarga dengan angka 81,51. 

Pada Dimensi Perasaan (Affect), indikator yang memiliki indeks tertinggi adalah Perasaan Senang/Riang/Gembira dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari pada tingkatan 75,62, sementara yang terendah adalah Perasaan Tidak Khawatir/Cemas pada tingkatan 63,85. 

Sementara pada Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia), indikator yang memiliki indeks tertinggi adalah Tujuan Hidup (76,38), sebaliknya yang terendah adalah Pengembangan Diri (64,44).

Dapat disimpulkan, bahwa penduduk provinsi Bengkulu pada umumnya telah merasa optimis dengan masa depannya pada level 76,38. Sementara itu, tingkat pengembangan potensi diri melalui upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sebagainya relatif rendah yaitu 64,44.

BPS juga membuat perbandingan indeks kebahagiaan berdasarkan klasifikasi wilayah, jenis kelamin, status perkawinan dan kelompok umur.

Dari data tersebut terungkap bahwa orang yang belum menikah (single) ternyata memiliki angka indeks kebahagiaan tertinggi dari status perkawinan lainnya.

Berdasarkan hasil survei, penduduk yang belum menikah atau lajang lebih tinggi memiliki indeks 71,18. Sementara penduduk dengan status menikah memiliki indeks kebahagian 71,01, penduduk dengan status cerai hidup (63,23) dan penduduk dengan status cerai mati (68,62).

Dilihat dari Subdimensi Kepuasan Hidup Personal, penduduk yang belum menikah memiliki indeks tertinggi (67,24) dibandingkan penduduk dengan status perkawinan yang lain. Namun, pada Indeks Subdimensi Kepuasan Hidup Sosial, indeks tertinggi terdapat pada penduduk yang sudah menikah (77,30).

Dari kategori jenis kelamin, hasil survei menunjukkan laki-laki lebih bahagia dengan indeks kebahagian hingga 70,74 dibandingkan perempuan dengan indeks 70,49. 

Adapun berdasarkan wilayah, masyarakat kota memiliki indeks kebahagiaan 73,33 atau lebih tinggi dari masyarakat desa dengan indeks kebahagiaan 69,32.

Berdasarkan sebaran menurut provinsi, penduduk Maluku Utara memiliki indeks kebahagiaan paling tinggi sebesar 75,68 atau lebih dari 5 poin dibandingkan rata-rata indeks kebahagiaan nasional.

Provinsi dengan indeks kebahagiaan paling rendah adalah Papua (67,52), Sumatera Utara (68,41) dan Nusa Tenggara Timur (68,98). (*)
 

Berita Terkait