Struktur perekonomian Provinsi Bengkulu triwulan II-2017
Kota Bengkulu, Klikwarta.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Senin (07/08/2017) merilis, perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan II tahun 2017 tumbuh 5,04 persen atau melambat bila dibandingkan pada triwulan II tahun 2016 yang tumbuh 5,43 persen.
Hal ini diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 14,93 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 10,41 triliun.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa lainnya sebesar 13,93 persen dan penyediaan akomodasi; makan minum sebesar 9,80 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen ekspor barang dan jasa sebesar 11,88 persen.
Ekonomi Provinsi Bengkulu triwulan II-2017 (q-to-q) tumbuh sebesar 1,02 persen dibandingkan triwulan I-2017 yang mengalami kontraksi sebesar -0,04 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Jasa Lainnya sebesar 2,84 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 11,35 persen.
Struktur perekonomian Provinsi Bengkulu triwulan II-2017 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib.
Besaran peranan ketiga lapangan usaha ini mulai dari terbesar adalah pertanian sebesar 29,38 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 14,22 persen dan administrasi pemerintahan sebesar 9,80 persen.
Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga dan impor barang dan jasa masing-masing sebesar 65,59 persen dan 64,62 persen.
Pertumbuhan ekonomi (y-on-y) wilayah regional Sumatera menunjukkan provinsi Kepulauan Bangka Belitung tumbuh tertinggi sebesar 5,36 persen dan terendah adalah provinsi Kepulauan Riau sebesar 1,04 persen. Sedangkan Provinsi Bengkulu sendiri berada pada posisi kelima. (*)








