Arca Peninggalan Peradaban Masa Lalu di Malang, Hilang Dicuri!

Senin, 20/02/2023 - 13:01
Lokasi hilangnya Arca setinggi 216 cm yang berada di Desa Tulungrejo, Ngantang, Malang

Lokasi hilangnya Arca setinggi 216 cm yang berada di Desa Tulungrejo, Ngantang, Malang

Klikwarta.com, Malang - Arca setinggi 216 cm yang berada di Desa Tulungrejo, Ngantang, Malang, dipastikan hilang dicuri pagi hari ini, senin (20/2/2023). Hilangnya arca tersebut diketahui pertama kali oleh warga setempat yang sehari-hari bekerja di lahan pertanian sekitar lokasi.

Arca perwujudan sosok Resi atau warga sekitar menyebutnya Batara Guru tersebut, berstatus benda purbakala, dan tahun kapan dibuatnya belum dapat dipastikan. Beberapa versi yang beredar luas, arca ini berasal dari era Kerajaan Singhasari, tapi ada juga yang menyebutnya era Kerajaan Majapahit. Namun, belum ada kepastian terkait kapan arca itu dibuat dari pihak yang berkompeten. 

Saat dihubungi via WA, Wicaksono Dwi Nugroho dari BPCB mengaku kaget saat mendengar kabar hilangnya arca di Malang tersebut. Ia pernah mengidentifikasi arca itu di tahun 2020 lalu, dan mengetahui keberadaannya sebagai benda purbakala.

Menurut kesaksian Suratman (72 tahun), warga Dusun Ganten, ia mendengar suara raungan kendaraan sekitar jam 3 pagi. Suara tersebut terdengar jelas olehnya, dan umum diketahui, kendaraan yang mengeluarkan suara raungan biasanya membawa beban berat. 

j

Lanjut Suratman, umumnya kendaraan yang lalu lalang di jalan Dusun Ganten membawa hasil bumi berupa holtikultura, namun suara yang terdengar tidak sampai meraung. Ia menduga, kendaraan yang terdengar olehnya jam 3 itu membawa arca , karena tak mungkin beban tanaman holtikultura sampai mengeluarkan suara raungan.

"Biasanya kendaraan suaranya tidak sampai seperti itu. Kalau biasanya, suaranya biasa-biasa saja. Yang dimuat tanaman warga sini. Yang pagi tadi, suara beda," kata Suratman.

Berbeda dari kesaksian Paidi (66 tahun), warga Dusun Gagar, ia sama sekali tidak mendengar suara raungan kendaraan sekitar jam 3 pagi. Paidi tinggal di jalan utama Dusun Gagar, dan setiap hari berprofesi sebagai pengrajin anyaman bambu.

Dari kesaksian kedua orang tersebut, diduga pencuri benda sejarah itu melewati jalan Dusun Ganten. Dugaan itu mengacu perbedaan kesaksian keduanya yang sama-sama tinggal di jalan utama (beda dusun).

i

Saat dikonfirmasi via telepon, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Malang, Purwoto, S.Sos, M.Si menyayangkan peristiwa hilangnya arca yang berstatus peninggalan bersejarah masa lalu itu. Ia berharap oknum pencurinya bisa ditangkap, sekaligus arca bisa dikembalikan ke tempat semula.

Senada hal itu, Kabid Kebudayaan Disparbud, Anwar Supriyadi, mengaku kecewa berat atas hilangnya arca yang berstatus bukti otentik peradaban leluhur di masa lalu. Arca itu memberi arti besar bagi bukti-bukti sejarah yang ada di tanah Jawa, termasuk di Malang.

"Saya harap, orangnya yang mencuri segera ditangkap. Ini bukan cuma sekedar mencuri, tapi menghilangkan bukti sejarah. Ini yang bagi saya kurang sreg, sejarah itu warisan ke anak cucu kita," kata Anwar saat dikonfirmasi. 

Di lokasi tersebut, ditemukan plastik dupa kosong, dupa yang sudah dipakai, dan kresek plastik berbau harum. Selain itu, ranting tanaman patah (kemungkinan jejak terinjak), pohon kecil tergolek menyamping, dan 2 lembar kain (putih dan kuning) yang tersemat di tubuh arca. (red)

Berita Terkait