Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Pemetaan Kekuatan Ekraf Nasional

Senin, 29/06/2026 - 23:55
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya

Klikwarta.com, Jakarta, 29 Juni 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Sektor Ekonomi Kreatif. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat basis data ekonomi kreatif sebagai landasan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa data merupakan infrastruktur strategis bagi pembangunan nasional.

"Data adalah infrastruktur yang mutlak menjadi kebutuhan pemerintah maupun di luar pemerintah. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 merupakan investasi besar bagi kemajuan bangsa. Data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat, membuka ruang-ruang baru bagi percepatan ekonomi kreatif serta menjadi bekal menuju Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera," ujar Muhaimin dalam Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6). 

Senada dengan Muhaimin, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengatakan, SE 2026 menjadi momentum penting untuk memetakan potensi ekonomi kreatif Indonesia secara utuh. 

"Dengan data yang semakin jelas, pemerintah, asosiasi, akademisi, dan pegiat usaha dapat berkolaborasi lebih efektif menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Ekraf.

Berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025 yang disampaikan BPS, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif terus meningkat hingga mencapai Rp1.757,87 pada 2025 dengan pertumbuhan sebesar 6,86 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional.

"Sejak awal kami meyakini bahwa data subsektor ekonomi kreatif sangat penting. Data inilah yang menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan sekaligus menjadi referensi bagi asosiasi dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” tambah Menteri Ekraf.

Sementara itu, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa statistik ekonomi kreatif akan terus diperbarui. Menurutnya, partisipasi aktif pegiat ekraf menjadi faktor utama dalam menghasilkan data yang berkualitas dan mampu merepresentasikan kondisi perekonomian nasional secara utuh.

"Sensus ekonomi ibarat rekam medis perekonomian Indonesia. Ketika kita memiliki data yang lengkap dan akurat, maka kebijakan yang dihasilkan akan semakin tepat sasaran. Karena itu, kami mengajak seluruh pegiat usaha memberikan informasi yang benar. Tidak perlu khawatir, kerahasiaan data dijamin sesuai peraturan perundang-undangan,” ungkap Kepala BPS.

Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif ini juga diisi dengan penyerahan Statistik Data Ekonomi Kreatif tahun 2025. Rangkaian kegiatan kolaborasi Kementerian Ekraf dan BPS dalam mendukung SE2026 dilanjutkan dengan sosialisasi dan pengisian kuesioner sensus secara bersama dari perwakilan asosiasi subsektor ekonomi kreatif. (*)

Tags

Berita Terkait