Kemenkop dan Dekranas Optimalkan Potensi Gula Kelapa Kebumen

Senin, 29/06/2026 - 19:57
Ketua Bidang Manajemen Usaha di Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Sita Ferry Juliantono

Ketua Bidang Manajemen Usaha di Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Sita Ferry Juliantono

Klikwarta.com, Kebumen - Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi (DWP Kemenkop) yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Manajemen Usaha di Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Sita Ferry Juliantono membuka Coconut Sugar Ecosystem Matchmaking Forum di Kebumen yang digagas untuk memperkuat ekosistem gula kelapa melalui koperasi, sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat.

Sita menyatakan bahwa koperasi bukan sekadar wadah usaha, melainkan instrumen ekonomi yang menghubungkan kepentingan pelaku usaha dengan masyarakat. Menurutnya, koperasi harus menjadi penggerak utama dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan serta menjadi solusi utama dalam mengurai permasalahan ekonomi khususnya di akar rumput.

“Koperasi hadir bukan hanya untuk mengejar keuntungan ekonomi, tetapi memastikan kegiatan usaha memberi manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat,” ujar Sita Ferry Juliantono dalam keterangannya, Senin (29/6).

Turut hadir Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Henny Navilah, Ketua DWP Kemenkop Wati Ahmad Zabadi, Bupati Kebumen Lilis Nuryani.

Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi pelaku usaha gula kelapa mulai dari keterbatasan kapasitas teknis, rendahnya integrasi pasar, hingga sulitnya akses pembiayaan. Hal ini membuat koperasi semakin relevan sebagai jembatan bagi petani/penderes kelapa agar permasalahan tersebut dapat teratasi dengan baik. 

Oleh karena itu dengan dukungan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi yang merupakan Badan Layanan Umum Kementerian Koperasi (Kemenkop), Sita mendorong agar petani kelapa dapat memanfaatkan lembaga ini untuk memecahkan permasalahan pembiayaan. Namun para petani harus tergabung dalam wadah koperasi terlebih dahulu.

“Koperasi juga harus menjadi agregator nilai yang menghubungkan produk dengan pasar karena saat ini pasar global menuntut produk yang berkelanjutan, kualitas yang konsisten," tegasnya.

Dengan besarnya potensi ekonomi di Kebumen, Sita menekankan pentingnya menjalin kemitraan jangka panjang antara koperasi dan kelompok tani dengan stakeholder terkait lainnya. Ia juga mendorong perlunya konsolidasi koperasi agar mampu memetakan potensi usaha khususnya di Kebumen sehingga potensi-potensi yang ada dapat dioptimalkan yang pada akhirnya diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kabupaten Kebumen memiliki potensi besar. Forum ini harus menjadi tindak lanjut positif agar koperasi benar-benar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan petani,” kata Sita.

Dalam kesempatan tersebut juga, Dharma Wanita Persatuan (DWP) turut mengambil peran strategis dalam mengakselerasi pemahaman mengenai pentingnya koperasi sebagai konsolidator ekonomi masyarakat. 

Sita menambahkan melalui kegiatan yang melibatkan pengurus DWP serta para penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), DWP berupaya memperkuat sosialisasi dan edukasi tentang peran koperasi sebagai wadah penguatan ekonomi berbasis komunitas, sekaligus mendorong sinergi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan koperasi.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari menambahkan bahwa forum ini menjadi bukti komitmen Kemenkop untuk mengangkat potensi Kebumen. Ia menyebutkan, lebih dari 100 orang mulai dari pengurus Koperasi Desa Kelurahan merah Putih, kelompok petani gula kelapa hingga stakeholder lainnya tergabung dalam forum tersebut. Hal ini menunjukkan antusiasme besar terhadap penguatan ekosistem gula kelapa.  

Destry juga menekankan bahwa koperasi harus mampu melakukan konsolidasi agar petani bisa lebih sejahtera. Kemitraan menjadi kunci untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing. Menurutnya, kolaborasi aktif masyarakat dan semua pemangku kepentingan menjadi syarat utama agar koperasi berdaya saing produktif.

“Koperasi bisa memetakan potensi usaha dari setiap butir kelapa, lalu Deputi Pemasaran akan melakukan business matching untuk mendatangkan buyer,” jelasnya.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengapresiasi inisiatif dari Kemenkop dan Dekranas yang memilih Kebumen sebagai tuan rumah forum ini. Ia menilai kegiatan ini akan memperkuat ekosistem gula kelapa sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan bahwa gula kelapa adalah komoditas strategis di Kebumen dan menjadi produk unggulan bagi masyarakat di pesisir dan perbukitan Kebumen. Ia berharap komoditas unggulan ini koperasi mampu menjadi jembatan untuk pembangunan rantai usaha yang sehat dan produktif.

"Kesejahteraan masyarakat para petani tidak cukup hanya menjual produk, tetapi dengan membangun ekosistem yang menghadirkan kemitraan adil, pembiayaan mudah, dan pasar yang memberikan kepastian,” tegasnya. (**) 

Tags

Berita Terkait