Mengembangkan Trigatra Bahasa Sejak Dini

Sabtu, 08/07/2023 - 11:53
Sumber Foto: Siedoo

Sumber Foto: Siedoo

Oleh : Mieke Dearni Br Tarigan

Klikwarta.com - Buku adalah jendela dunia, pribahasa itu sekarang seolah tenggelam ditelan kemajuan teknologi informasi.Buku ibarat sebuah media cetak telah banyak kehilangan pangsapasar dan pengaruh akibat perkembangan media online yang begitu deras menguasai setiap sisi kehidupan manusia.Ucapannya yang terkait dengan buku kembali di ungkapkannya kepada kaum muda dalam acara "Ask me Anything" dalam sessi Reddit, awal 2023.

Tentu saja buku yang dimaksud dalam tulisan ini adalah buku cetak, bukan buku digital yang berkaitan langsung dengan perangkat teknologi dalam membaca isinya. Salah satu kelebihan buku cetak adalah kedekatan buku secara emosional lebih dekat dengan pembacanya. Membolak balik lembaran buku dan menulis catatan tersendiri diyakini menambah daya ingat pembaca dalam memahaminya. 

Salah satu bahan pendukung teori ini adalah membandingkan sebuah isi surat perjanjian formal yang lebih meyakini keabsahan sebuah perjanjian tertulis dalam media cetak kertas dengan media cetak digital walaupun isinya sama. Perkembangan globalisasi saat ini merubah tatanan kehidupan manusia secara signifikan. Segala kemudahan yang ditawarkan oleh kecanggihan teknologi membuat perilaku berbahasa cenderung menurun. Sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk dapat menegakkan bahasa yang merepresentasikan identitas bangsa Indonesia. 

Trigatra Bangun Bahasa (utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing). Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam, termasuk dalam hal kebahasaan. menjadi identitas masyarakat setempat. 

Pertama, Utamakan Bahasa Indonesia, dalam upaya menjaga dan memperkuat keberadaan Bahasa Indonesia, perlu diterapkan kebijakan dan praktik yang mendorong penggunaan Bahasa Indonesia secara luas dan benar.

Kedua, Lestarikan Bahasa Daerah adalah prinsip yang mengajarkan pentingnya memelihara dan melestarikan bahasa-bahasa daerah ini sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia.

Ketiga, Kuasai Bahasa Asing. Dalam era globalisasi yang semakin canggih penguasaan bahasa asing menjadi sangat penting. Kuasai Bahasa Asing berarti kita harus berusaha mempelajari bahasa-bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Jepang, atau bahasa-bahasa internasional lainnya.merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan literasi di Indonesia. Jadi semakin banyak literasi yang di kuasai dengan Bahasa adalah sebuah proses untuk dapat berkomunikasi jauh lebih baik.

Dilihat dari beberapa Fakta Hingga saat seorang anak mulai memasuki bangku sekolah dasar ia akan dididik untuk belajar membaca buku, menulis dalam buku untuk mengenal,menambah mengasah daya ingat Disisi lain bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi belum sepenuhnya dapat dijadikan sebagai bahasa komunikasi dalam memahami isi sebuah buku. Kita tidak bisa menyangkal bahwasanya masih banyak anak anak belum bisa berkomunikasi dalam bahasa nasional sehingga penggunaan Bahasa daerah masih di beri ruang.

Sedangkan dari Tuntutan kurikulum ini Pengalaman merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang telah banyak mengubah opini dalam menerapkan sebuah kebijaksanaan, termasuk kurikulum Saat ini salah satu yang digaungkan pemerintah dalam dunia pendidikan adalah Trigatra bangun bahasa. Tujuan dari program ini agar generasi muda senantiasa, mengutamakan bahasa 

Indonesia, melestarikan budaya daerah dan menguasai bahasa asing. Program ini juga untuk kaum muda, mari mengenalkan kembali buku sebagai awal mula cakrawala pendidikan sejak dini.Program ini buat kaum muda lagi, mari mengenalkan kembali buku. Agar mereka paham sejak dini, mencapai tujuan trigatra bahasa bukan dimulai dari gadget.

Dan yang terakhir pertahankan Bahasa Indonesia Tidak banyak yang paham kita memiliki sebuah cita-cita Bersama yang ada didalam Trigatra bangun Bahasa, dimana anak-anak jaman sekarang lebih tergila-gila dengan Bahasa asing. Hal ini adalah sebuah ingatan Bahasa Indonesia tidak boleh terpinggirkan. Karena itu Tentu menganggap bahasa Indonesia sebagai bahasa kaum ideot yang sangat salah.sama buruknya dengan ketika kita mengatakan bahasa asing sebagai bahasa kaum intelektual. 

Kesalahan inilah yang memahami posisi bahasa Indonesia di tengah-tengah bahasa lain tentu saja harus segera dihilangkan. Mengutamakan bahasa Indonesia tak harus dimaknai sebagai "kita tidak boleh menguasai bahasa asing". Penguasaan bahasa asing menjadi penting agar kita bisa menawarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa global dalam kata-kata yang dikuasai oleh yang disasar. 

Berita Terkait