Kabid Kebudayaan Disdikbud Aceh Singkil M Najur memperlihatkan pecahan peninggalan sejarah Singkil Lama.
Klikwarta.com, Aceh Singkil - Terkendala dengan anggaran membuat banyak situs-situs sejarah kebudayaan di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, terbengkalai kurang mendapat perhatian.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Singkil, M.Najur mengaku, pihaknya tak bisa berbuat banyak melakukan perawatan terhadap puluhan situs cagar budaya seiring dengan ketersediaan yang tidak ada.
Padahal, dari sekian banyak yang ada sudah 21 situs sejarah kebudayaan Kabupaten Aceh Singkil terdaftar secara nasional diKemendikbud RI, sebut M.Najur, Selasa (25/08/2020).
Namun, apa hendak dikata untuk melakukan pemugaran, perawatan dan pelestarian situs-situs sejarah kebudayaan yang dikhawatirkan rawan punah itu pihaknya terkendala dengan anggaran yang tidak tersedia, ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya untuk menjaga kelestarian peninggalan bersejarah tersebut dengan mengusulkan berbagai program kegiatan kepada Pemerintah baik daerah, provinsi, dan pusat.
Seperti, mendata dan mendaftarkan sedikitnya 21 situs sejarah kebudayaan Kabupaten Aceh Singkil ke tingkat nasional diKemendikbud RI di Jakarta, ujarnya.
Karena apabila tidak menjadi perhatian kita semua, situs sejarah kebudayaan yang ada di Kabupaten Aceh Singkil dikawatirkan nyaris hilang tergerus perkembangan zaman yang semakin serba modern ini.
Begitu pun bangunan sejarah yang ada akan hilang tertutupi semak belukar, tergerus air, dan rusak keropos dimakan usia.
Dengan begitu diharapkan, kedepan situs sejarah kebudayaan Kabupaten Aceh Singkil ini dapat menjadi perhatian kita semua agar tidak hilang termakan waktu dan tergerus zaman, pungkasnya.
(Pewarta : Supriadi)








