Retret Pendidikan Tanpa Senjata, Muhajirin Center dan Wingdik 700 Tumbuhkan Jiwa Nasionalis Guru

Jumat, 04/07/2025 - 09:09
Retret pendidikan guru Muhajirin Center

Retret pendidikan guru Muhajirin Center

Klikwarta.com, Gresik - Sebuah pendekatan unik dalam penguatan pendidikan karakter digelar oleh Muhajirin Center melalui kegiatan Capacity Building bertajuk “Retret Guru & Tenaga Pendidik” pada 3–4 Juli 2025. Kegiatan ini menggandeng Wing Pendidikan 700/Pertahanan Udara Nasional (Wingdik 700/Hanud) untuk mengasah kedisiplinan, kepemimpinan, serta integritas para pendidik—tanpa sedikit pun mengedepankan unsur kekerasan atau militeristik.

Retret ini dirancang bukan untuk mengubah guru menjadi tentara, melainkan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dalam dunia pendidikan: kerja sama, keteguhan, tanggung jawab, dan nasionalisme. Para peserta mengikuti jadwal yang padat sejak subuh hingga malam hari, diisi dengan sesi lapangan, materi kelas, refleksi, olahraga pagi, hingga evaluasi penutup.

Direktur Muhajirin Center, Zubaidi Harfi, M.Th.I., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar besar membangun lembaga pendidikan yang kuat secara karakter dan mental.

.

“Kita ingin guru-guru memiliki ketahanan jiwa dan integritas. Pendidikan militer yang kita adaptasi bukan untuk mencetak tentara, tapi untuk membentuk jiwa kepemimpinan, solidaritas, dan kedewasaan dalam berjuang bersama,” ujarnya.

Komandan Wingdik 700/Hanud menyambut baik kolaborasi ini dan menyebutnya sebagai pembelajaran lintas sektor yang strategis.

“Dunia pendidikan dan pertahanan bisa saling belajar. Nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan kebangsaan sangat relevan untuk membangun karakter pendidik,” tegasnya.

Dalam retret ini, para peserta tidak diperkenalkan dengan senjata atau kekerasan. Sebaliknya, mereka dilatih mengelola emosi, berkomunikasi efektif, dan memperkuat semangat kolektif dalam mencapai visi bersama lembaga.

Zubaidi juga menekankan pentingnya kerja sama dan kesadaran kolektif dalam organisasi.

.

“Dalam organisasi, tidak boleh ada tujuan pribadi. Visi besar tidak akan pernah tercapai jika setiap elemen tidak bersinergi. Bila satu organ lemah, yang lain akan kewalahan menopangnya,” jelasnya.

Muhajirin Center, menurutnya, dibangun untuk sebuah visi besar demi kepentingan umat. Karena itu, ia menilai retret ini bukan kegiatan biasa, melainkan bagian dari perjuangan jangka panjang.

“Upaya ini tidak murah nilainya. Maka jangan disia-siakan. Kita sedang mempersiapkan generasi guru tangguh yang mampu memikul amanah umat dan bangsa,” pungkas Zubaidi.

Dengan semangat nasionalisme dan integritas, retret guru ini menegaskan bahwa pendidikan karakter bisa ditempa tanpa senjata, cukup dengan nilai, disiplin, dan visi yang menyala.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait