TPID Eks Karesidenan Pekalongan Lakukan Capacity Building TPID ke Kaltim dan Kota Samarinda

Jumat, 13/09/2019 - 18:18
TPID Eks Karesidenan Pekalongan Lakukan Capacity Building TPID ke Kaltim dan Kota Samarinda

TPID Eks Karesidenan Pekalongan Lakukan Capacity Building TPID ke Kaltim dan Kota Samarinda

Klikwarta.com, Pekalongan - TPID Eks Karesidenan Pekalongan pada tanggal 10-13 September 2019 difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal melakukan capacity building TPID ke TPID Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan TPID Kota Samarinda.

Kota tujuan tersebut karena Kaltim pada tahun 2019 mendapatkan 3 penghargaan TPID yaitu Kaltim sebagai kategori TPID Terbaik tingkat Provinsi, Kota Samarinda sebagai TPID Terbaik kota yang dihitung indek Harga Kota (IHK), dan Kabupaten Mahakm Hulu (Mahulu) sebagai TPID berprestasi kategori non IHK.

Rombongan di pimpin langsung oleh Bp M. Taufik Amrozy (Pj. Kepala Perwakilan KPw BI  Tegal). Peserta rombongan terdiri dari Walikota Tegal Bp Dedy Yon Supriyono didampingi Staf Ahli sekaligus Pj Kepala Bappeda, Bupati Tegal Ibu Umi Azizah didampingi Kabag Perencanaan Bappeda, Wakil Bupati Brebes Bp Narjo SH MH, Sekda Kota Pekalongan Ibu Sri Ruminingsih di damping Kabag Perekonomian, Pj.Sekda Kabupaten Batang Bp Achmad Taufiq didampingi Kabag Perekonomian, Kabupaten Pekalongan diikuti oleh Kabag Bp Abdul Baqi dan Kasubag Perekonomian, Kabupaten Pemalang diikuti oleh Kabag Bp Fera Djokosusanto dan kasubag perekonomian.

Kegiatan yang dilakukan di kaltim yakni, Focus Group Discution (FGD) dengan TPID Provinsi Kaltim dan TPID Mahakam Hulu bertempat di KPw BI Provinsi Kaltim, kegiatan di sambut dan dipimpin langsung oleh KPw BI Provinsi Kaltim Bp Tutuk.

Acara cukup menarik, dimana selain belajar tips dan trik sukses mengendalikan inflasi, menyampaikan laporan, sepanjang diskusi sekaligus dijajagi potensi dan peluang kerjasama antar daerah baik business to business (B-to-B), Government to Government (G-to-G), maupun G to B atau sebaliknya.

Permasalahan pengendalian dan stabilisasi harga yang dihadapi provinsi Kaltim dan kabupaten Mahakam Hulu yang relative sangat tergantung dari pasokan luar (Jawa dan Sulawesi) terutama komoditas Cabe, Bawang Merah, Bawang Putih,Beras, Telur, Daging Ayam, sayuran, dan buah-buahan. Sehingga beberapa peluang pergudangan teknologi CAS yang sudah dimiliki kabupaten Brebes pun akan di replikasi oleh Kaltim dalam menjaga ketersediaan dan kecukupan stok dan pasokan.

Penyampaian paparan TPID Provinsi Kaltim disampaikan oleh Bp Nasrin selaku Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kaltim, sementara Asisten 2 perekonomian Kabupaten Hulu Bp Cen Ten menyampaikan problematika dan tantangan Kaupaten Mahakam hulu yang baru berdiri tahun 2013 (6 tahun) dengan beban  5 kecamatan, 50 Kampung dan total penduduk yang hanya 29.000, luas wilayah 18.000Km2,didukung dengan APBD 1.2 triliun rupiah mampu mensubsidi pembangunan berbasis kampung dengan dana 2 s.d 6 miliar rupiah/kampung dan dana desa sebesar 1,5 miliar masih memiliki keterbatasan karena tantangan geografis yang berat. Jalur utama melalui jeram, keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan memicu harga komoditas yang sangat mahal dibandingkan daerah lain yang memiliki kemudahan akses untuk distribusi barang maupun orang.

Provinsi Kaltim menghadapi tantangan dalam program pengendalian inflasi antara lain : supply/demand, struktur pasar, struktur harga  dan tata niaga, selain itu struktur ekonomi middleman mempengaruhi disparitas dan menjadi factor pembentuakan harga.

Perwakilan TPID Eks Karesidenan Pekalongan masing-masing menyampaikan permasalahan terkait pengendalian harga, kelebihan stok, ketersediaan pasokan pada saat panen raya, serta keunggulan daerah masing-masing, sekaligus menyampaikan penawaran kerjasama dan mengundang Provinsi Kaltim untuk memastikan peluang kerjasama antar daerah. Sementara Kabupaten Brebes Bp Narjo menawarkan kerjasama pengiriman sumber daya manusia dan tenaga terlatih kepada Pemkab Mahulu untuk memberikan pelatihan teknis budidaya bawang merah dan Bertani sayur mayur.

jk

Siang hari, rombongan menuju balai Kota Samarinda untuk melakukan FGD dengan TPID Kota Samarinda. Rombongan diterima di ruang rapat Sekda Kota Samarinda. Rombongan disambut oleh TPID Kota samarinda yang dipimpin langsung oleh Bp Wakil Walikota H.M Barkati S.Sos, M.H, didampingi Sekda, Asisten 2, Kadis Perdagangan, direktur Perusda Aneka Usaha (PDPAU).

TPID Kota Samrinda mampu melakukan optimalisasi Perusda (PDPAU) menjadi mitra program stabilisasi harga untuk pengendalian inflasi. Peran PDPAU menjadi sangat kuat dan berdampak positif terhadap kinerja pengendalina inflasi, dan juga kepada penghasilan PDPAU dengan peluang bisnis yang baik.

Pada tanggal 12 September 2019, Rombongan menuju PDPAU untuk melihat operasional dan mendapatkan paparan bagaimana strategi bisnis perusda tersebut, dan bagaimana peran stabilisasi harga dapat dilakukan maksimal. Rombongan diterima oleh Walikota Samarinda Bp Syaharin Jaang, didampingi Wakil Walikota, Asisten 2, Kadis Perdagangan, Dirut PDPAU. PDPAU merupakan perusda yang berdiri tahun 1995, berada di Jl. Ir. Sutami Sei kunjang mendapat mandapat mengelaola pergudangan dan aneka usaha.

Namun dalam perjalanan waktu PDPAU dibawah direktur Khairul Fadli dan tim work yang solid mampu memberikan dampak positif dan mengelola berbagai usaha yang terus berkembang antara lain : perumahan (rusunami), Property/perumahan, dan terakhir penugasan program stabilisasi harga komoditas Daging ayam, Bawang Putih, beras, minyak goreng dan komoditas lainnya. PDPAU telah bekerjasama dalam menjaga ketersediaan dan pasokan barang, kecukupan pasokan, melakukan edukasi sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat terkait pembentukan harga dan kualitas barang yang didistribusika kepada masyarakat.

Kesimpulan :

a. Program Pengendalian inflasi penting bagi kesejahteraan masyarakat, menjaga daya saing. Untuk itu peran kepala daerah, dukungan penganggaran, kegiatan secara terprogram menjadi sangat penting.

b. Koordinasi, sinkronisasi, kolaborasi yang inten dan melaksanakan kesepakatan/rekomendasi menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi.

c. Melakukan pemetaaan permasalahan inflasi komoditas perlu terus dilakukan sehingga dapat menentukan program-program strategis yang dapat dilakukan agar tepat sasaran.

Selesai dari PD PAU, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kacamatan Semboja dan Sepaku untuk melihat sepintas Kawasan yang telah ditetapkan menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Walikota Tegal, Bupati Tegal, dan Wabup Brebes dan Bp Muh. Taufik Berkesempatan berfoto bersama dengan latar kawasan IKN yang telah ditetapkan.

Selanjutnya rombongan terbang kembali menuju Jakarta, untuk keesokan harinya kembali ke daerah masing-masing. Semoga kunjungan TPID ke Kaltim membawa berkah untuk kepedulian program pengendalian harga, menjaga nilai tukar petani, menjaga kersediaan dan ketercukupan stok dan pasokan. Serta mengoptimalkan sumberdaya yang ada termasuk peran perusda untuk mendukung program pemerintah dan tetap membawa untung bagi perusda secara mandiri. Sukse TPID. (red/tim)

Berita Terkait