Wakil Rektor III IAIN Bengkulu Bubarkan Stand Pendaftaran LK HMI

Rabu, 28/03/2018 - 22:18
Pengurus HMI komisariat IAIN Bengkulu, rapat seusai stand pendaftaran LK dibubarkan.

Pengurus HMI komisariat IAIN Bengkulu, rapat seusai stand pendaftaran LK dibubarkan.

Klikwarta.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu merasa diperlakukan dengan tidak baik oleh Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan IAIN Bengkulu. Pasalnya stand pendaftaran Latihan Kader (LK) mereka dibubarkan secara paksa oleh security kampus atas perintah Warek III, Rabu 28 Maret 2018.

Salah satu Kader HMI Komisariat IAIN Bengkulu, Soprian Ardianto menilai hal ini sangat tidak baik dilakukan oleh pihak pimpinan kampus, tidak sewajarnya membubarkan stand secara paksa seperti itu.

“Jika memang tidak boleh membuka stand, kenapa pada hari-hari sebelumnya ketika organisasi lain masih buka tidak dibubarkan, ini jelas sebuah perlakuan yang tidak adil, dan jika memang kita melanggar, seharusnya kita diberi peringatan berupa surat teguran, itukan yang harus dilakukan, karena sebuah institusi pasti mengerti administratif,” kata Soprian.

Pihaknya, sambung Soprian, sudah sempat melakukan negosiasi bersama Warek III. Namun dikarenakan di ruangan tersebut juga hadir dua warek lainnya, para kader HMI menolak melanjutkan negoisasi. Sebab bagi mereka permasalahan ini hanya dengan Warek III saja.

“Kita sudah sempat ingin bernegosiasi, akan tetapi kita malah diajak diskusi di ruang Warek II, permasalahannya kita ingin berdiskusi bersama warek III kenapa diruang warek II, dan di sana ada Warek I, Warek II dan Warek III, karena merasa dikeroyok kita akhirnya menolak untuk melanjutkan,” sambungnya.

Lebih lanjut, guna menyikapi perlakukan yang tidak baik dari pihak kampus IAIN ini akan dilakukan pembahasan secara serius. Bahkan HMI IAIN segera berkoordinasi dan berupaya melibatkan Korps Alumni HMI (KAHMI) dan Pengurus HMI Cabang Bengkulu, karena ini juga menyangkut lambang dan bendera HMI yang dirampas saat pembubaran stand.

“Kita tidak masalah jika spanduk kita dicopot, namun jika merampas bendera yang merupakan lambang dan simbol sebuah organisasi, kami tentu tidak akan bisa menerima, dan hal ini akan kita bahas jika perlu akan kita libatkan semua Alumni, dan pengurus cabang, karena ini menyangkut dengan martabat organisasi,” ujar Soprian. (Sumber: Garudadaily.com)

Berita Terkait