Wamen Ekraf Tekankan Pentingnya Pendekatan Kreatif Gaungkan Isu Keberlanjutan

Selasa, 19/05/2026 - 18:09
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi Green Building Council Indonesia (GBCI) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (18/5/2026)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi Green Building Council Indonesia (GBCI) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (18/5/2026)

Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menerima audiensi Green Building Council Indonesia (GBCI) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (18/5). Pertemuan  membahas peluang kolaborasi dalam memperkuat ekosistem bangunan hijau, edukasi keberlanjutan, serta pengembangan program berbasis komunitas melalui pendekatan ekonomi kreatif.

Dalam audiensi tersebut, Wamen Ekraf menekankan pentingnya menghadirkan isu keberlanjutan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat. Harapannya, penerapan prinsip ramah lingkungan dapat dijalankan secara luas, termasuk oleh generasi muda dan komunitas.

“Green building jangan hanya dipandang sebagai sertifikasi gedung besar saja. Kita ingin bagaimana konsep keberlanjutan ini bisa dipahami sampai ke tingkat masyarakat paling kecil, karena ketika masyarakat merasakan langsung manfaatnya seperti penghematan energi, pengelolaan sampah, dan lingkungan yang lebih sehat, maka perubahan akan lebih mudah terjadi,” ujar Irene Umar.

Wamen Ekraf juga menilai pendekatan kreatif dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas literasi mengenai keberlanjutan, mediumnya dapat berupa film, aktivitas publik hingga kolaborasi dengan publik figur.

“Kita ingin _sustainability_ (keberlanjutan) menjadi sesuatu yang membumi dan mudah dipahami. Anak-anak muda sekarang punya perhatian besar terhadap isu lingkungan. Tinggal bagaimana kita menghadirkan ruang kolaborasi dan pendekatan kreatif supaya pesan keberlanjutan ini semakin luas diterima,” tambah Irene.

Untuk itu, Kementerian Ekraf membuka peluang sinergi bersama GBCI dalam memperluas edukasi publik terkait gaya hidup berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kreatif sebagai _the new engine of growth_ menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua Umum GBCI, Ignesjz Kemalawarta, menjelaskan bahwa GBCI merupakan organisasi independen nirlaba yang berdiri sejak 2009 dan menjadi bagian dari jaringan World Green Building Council yang menaungi lebih dari 70 negara. GBCI berfokus pada pengembangan industri bangunan hijau melalui sertifikasi, edukasi dan pelatihan, penguatan pasar, serta program kolaboratif keberlanjutan.

“Fokus kami adalah bagaimana gedung, kawasan, dan industri bisa menerapkan prinsip hijau sesuai kaidah keberlanjutan. Karena itu kami menyambut baik peluang kolaborasi bersama Kementerian Ekraf untuk memperluas edukasi dan sosialisasi sustainability kepada masyarakat,” ujar Ignesjz.

Pada kesempatan tersebut, GBCI turut memaparkan rencana penyelenggaraan “Green Building Festival” pada September 2026 yang akan menghadirkan berbagai program edukasi publik, termasuk inisiatif “Green Building Goes to Kampung” untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap praktik ramah lingkungan melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif.

Diskusi juga membahas potensi pengembangan green financing, pemanfaatan teknologi sensor pintar untuk efisiensi energi, serta penguatan ekosistem bangunan rendah karbon yang mendukung target pengurangan emisi nasional.

Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus GBCI dan perwakilan lintas bidang, termasuk bidang arsitektur, desain, komunikasi, kemitraan, dan pengembangan program keberlanjutan.

Sementara itu, turut mendampingi Wamen Ekraf Staf Khusus Bidang Pengembangan Ekosistem dan Data Jago Anggara, Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan, serta Tenaga Ahli Bidang Regulasi dan Kelembagaan, Dahana Esha Putra. (**) 

Tags

Berita Terkait