Kapolres Bitung Buka Raker FKUB
Bitung, Klikwarta.com - Rapat kerja (Raker) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Tatap Muka perdana bersama Kepala Kesbangpol Kota Bitung, bertempat di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bitung, Jln. Stadion Dua Saudara Kel. Manembo-Nembo Tengah Kecamatan Matuari Kota Bitung, (25/2/2020).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo, SIK., Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos., Asisten I Pemkot Bitung Franky Lady, SSTP, M.Ap., Kaban Kesbangpol Kota Bitung Drs. Oktavianus Ch. Tumundo, Kakan Kemenag, Fathan Noh, M.Hi., Ketua FKUB Pdt. Vivi Laosan Rompas, S.Th., M.Th., Sekertaris FKUB Ustad Abdul Latif Taher, Kapolsek Matuari Kompol Dolfie Rengkuan, Kasat Intelkam Polres Bitung AKP Jocke Meteng, SE., Pasi Intel Yonmarhanlan VIII Kapten Mar. David Senewe, Para anggota FKUB Kota Bitung 30 orang.
Kegiatan itu dibuka oleh Kapolres Bitung AKBP.F.X Winardi Prabowo, SIK,dilanjutkan penyampaian yang intinya bahwa untuk menjaga kerukunan antar umat beragama adalah tugas kita semua.
"Kerukunan antar umat beragama adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama," ujar Kapolres Bitung.

Pada kesempatan itu juga, Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos., memberikan himbauan tentang keamanan. Menurut Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos., keamanan adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya tanggung jawab Dandim atau Kapolres.
Dandim menyampaikan terkait apa yang terjadi di Perum Agape Minahasa Utara dan di Tahun 2016 kejadian di Aer Ujang yang menjadi isu nasional. Namun demikian, Dandim meminta seluruh tokoh agama untuk sedapat mungkin mendinginkan umat masing-masing menyikapi peristiwa tersebut.
"Kita belajar dari kejadian yang menjadi perhatian nasional seperti kejadian di Perum Agape di Minahasa Utara dan di Tahun 2016 kejadian di Aer Ujang, agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua," pungkas Dandim.
Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos. berharap dari kejadian tersebut warga tidak terprovokasi, namun terus menjalin kerukunan antar umat beragama dengan baik.
"Jangan mudah terprovokasi dengan berita hoax, mari kita jaga selalu kekompakan dan silaturahmi antar umat beragama," tegas Dandim.
Selain itu, Dandim juga menjelaskan tentang kerawanan jelang pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bitung. Dandim meminta agar bersama-sama menjadi penyejuk bagi Kota Bitung.
"Mari kita jadi penyejuk bagi Kota Bitung," harapnya.
Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bitung Drs. Hi. Fathan Noh, M.Hi., mengutarakan tentang bagaimana menciptakan kerukunan umat beragama, dalam hal ini menjadi tugas utama FKUB.
Memang akhir -akhir ini ada beberapa kejadian terjadi terutama di dalam hal membangun tempat atau rumah ibadah. Ini tugas kita semua. Untuk itu mari kita semua memecahkan masalah ini karena di setiap agama ada penyuluh-penyuluh untuk memantau masalah ini.
"Akhir-akhir ini ada masalah pembangunan TPQ di Kel. Girian Atas, Perum Aer Ujang, ini sangat disayangangkan karena tempat pengajian ini sama dengan di kristiani adalah sekolah minggu. Kalau masalah pembangunan tempat ibadah itu lain, karena harus melalui SKB 2 Menteri. Jadi dimohon kepada saudara-saudara saya baik yang beragama muslim maupun Non muslim mari kita betul-betul prioritaskan. FKUB adalah yang utama untuk mengajak dan menciptakan kerukunan antar umat beragama di Kota Bitung," tuturnya.
(Pewarta : Laode)








