Arti Penting Syukur dalam Ceramah Bintal Psikologi Bagi Anggota Lanud Abd Saleh
Klikwarta.com, Malang - Guna memelihara semangat bertugas bagi personel TNI dan PNS di Lanud Abdulrachman Saleh, Seksi Pembinaan Mental (Bintal) Lanud Abdulrachman Saleh senantiasa melaksanakan ceramah Bintal tiap Hari Rabu di Halaman Monumen Bakti Dirgantara Lanud Abdulrachman Saleh.
Menurut Kepala Pembinaan Mental (Kabintal) Lanud Abdulrachman Saleh Letnan Kolonel Sus Agus Rachmanto, S.Ag.,M.S.I, kegiatan ceramah bintal ideologi merupakan pelaksanaan perintah Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. S.E.,M.P.P., yang tertuang dalam Telegram Kasau Nomor T/73/2021 tanggal 15 Desember 2021 tentang Pembinaan Mental Prajurit TNI Angkatan Udara.

Pada Rabu, (30/3) ceramah Bintal yang dilaksanakan adalah Bintal Psikologi oleh Mayor Sus Erisman Waruwu, S.Th., M.Psi., menjabat Kaurbintrajuang dan Psikologi Seksi Bintal Lanud Abd Saleh bertemakan tentang syukur dihadapan sekitar 50 personel perwakilan berbagai satuan kerja di Lanud Abdulrachman Saleh dan Insub.
Kaurbintrajuang menyampaikan kepada peserta pengertian syukur. Dijelaskan syukur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ada dua pengertian pertama rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala pemberian dan kedua untunglah (pernyataan untung, lega dan sebagainya). Rasa syukur di lingkungan kehidupan prajurit perlu ditumbuhkan karena adanya perbedaan keadaan dan kondisi kehidupan antara satu prajurit TNI dengan prajurit TNI lainnya yang terjadi di luar kedinasan. Padahal prajurit TNI itu harus memelihara semangat kebersamaan, esprit de corps, soliditas, dan persatuan. Tanpa persatuan, loyalitas maka prajurit TNI itu laksana gerombolan yang tidak ada pimpinan dan aturannya.

Melihat perbedaan yang terjadi dalam kehidupan prajurit TNI yang ada di luar kedinasan, kuncinya adalah membiasakan diri untuk selalu bersyukur atas keadaan diri masing-masing. Bersyukur selain akan ditambah nikmatnya oleh Tuhan Yang Maha Kuasa juga akan menentramkan hati, emosi dan kehidupan karena kesadaran bahwa nasib, keadaan dan kondisi tiap-tiap orang atau prajurit TNI adalah memang berbeda satu dengan yang lainnya yang sudah digariskan Tuhan Yang Maha Esa.
Diilustrasikan tentang keadaan orang-orang yang senantiasa membandingkan kondisi dirinya yang kurang dibandingkan orang yang lain. Seperti sudah punya mobil ingin helikopter, sudah punya sepeda motor ingin mobil, sudah punya sepeda, ingin motor, masih bisa berjalan ingin punya sepeda, dan lain-lainnya. Semua itu, tidak akan habis-habisnya hingga maut menjemput. Kuncinya adalah mensyukuri keadaan diri masing-masing sambal terus berusaha dan berdoa.
(Kontributor : Arif)








