Wamen ESDM Yuliot : TKDN Instrumen Strategis Pendorong Industri Dalam Negeri

Kamis, 25/06/2026 - 19:42
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot dalam keynote speechnya di acara Seminar Penguatan Kebijakan TKDN dalam Pengadaan Hulu Migas di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (24/6)

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot dalam keynote speechnya di acara Seminar Penguatan Kebijakan TKDN dalam Pengadaan Hulu Migas di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (24/6)

Klikwarta.com, Jakarta - Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan instrument strategis negara untuk mendorong kemandirian industri memperkuat struktur ekonomi nasional meningkatkan nilai tambahan domestik memperluas kesempatan kerja serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Namun demikian, dalam implementasinya masih terdapat berbagai tantangan yang perlu disikapi secara bijaksana. Penguatan implementasi TKDN menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan produksi migas nasional sekaligus membangun ekosistem industri energi yang terintegrasi.

Tidak terkecuali disektor hulu minyak dan gas bumi juga menjadi salah satu instrumen strategis yang memiliki peran penting dan potensi besar untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan industri dalam negeri melalui optimalisasi kebijakan TKDN.

"Kebijakan TKDN di sektor hulu migas merupakan instrumen strategis yang krusial untuk memperkuat struktur industri nasional melalui sinkronisasi regulasi, kepastian hukum, dan peningkatan daya saing secara nasional,"demikian disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot dalam keynote speechnya di acara Seminar Penguatan Kebijakan TKDN dalam Pengadaan Hulu Migas di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (24/6).

Menurutnya, peningkatkan kapasitas industri paramodal dalam negeri untuk mendukung peningkatan TKDN dalam kegiatan hulu migas memberikan ruang yang lebih besar bagi industri dalam negeri untuk penyediaan paramodal hulu migas yang berbasiskan riset dan inovasi.

Yuliot mengatakan, untuk penguatan ekosistem industri hulu migas guna memberikan nilai tambah dan peningkatan produksi hulu migas berkelanjutan untuk kemandirian energi nasional maka perlu dibuatkan formulasi insentif kepada industri dalam negeri.

Dikesempatan yang sama Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Borobudur Profesor Dr. Faisal Santiago menambahkan, keberhasilan kebijakan TKDN tidak hanya ditentukan oleh tersedianya regulasi, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan, kesamaan pemahaman antar pemangku kepentingan serta komitmen untuk menjadikan penggunaan produk dalam negeri sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.

"Sektor Hulu Minyak dan Gas Minyak merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, sektor ini juga memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan industri dalam negeri melalui optimalisasi penggunaan produk nasional dalam rantai pasok kegiatan usaha Hulu Migas. Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN pada hakikatnya bukan sekedar instrument administratif dalam pengadaan barang dan jasa," tutur Faisal.

(Kontributor: Arif)

Berita Terkait