Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, menggelar kegiatan reses di Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (8/2/2026)
Klikwarta.com, Sidoarjo - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto, menggelar kegiatan reses di Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (8/2/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kesejahteraan sosial, pendidikan, lingkungan, hingga pemerataan program pemerintah pusat.
Salah satu keluhan utama yang disampaikan warga adalah mengenai ketidakmerataan pembangunan dan distribusi dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo.
Menurut warga, sejumlah wilayah di Desa Pranti belum tersentuh pembangunan dapur MBG, sehingga membuat sebagian keluarga terlambat menerima manfaat makanan bergizi yang telah diprogramkan pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, dr. Benjamin menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan segera ditindaklanjuti. Ia menyebut pemerataan MBG merupakan kewajiban pemerintah daerah agar semua warga memperoleh manfaat yang sama.
“Keluhan masyarakat cukup jelas, yaitu belum meratanya pembangunan dapur MBG. Ini menyebabkan mereka terlambat menerima bantuan Pak Prabowo. Padahal program ini sudah dicanangkan sejak beliau menjabat presiden,” ujarnya.
Selain MBG, warga juga mengeluhkan pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal. Mereka berharap adanya dukungan fasilitas dan pendampingan teknis agar persoalan lingkungan ini bisa tertangani dengan baik.
dr. Benjamin menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan dinas terkait, termasuk kerja sama dengan sektor swasta.
“Untuk persoalan sampah, kami sampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup bisa membantu melalui program mereka. Tapi masyarakat juga perlu bekerja sama dengan pihak swasta untuk memperkuat pengelolaan sampah,” jelasnya.
Aspirasi lain yang mengemuka adalah permintaan penghargaan dan perhatian lebih bagi para guru, terutama guru honorer yang selama ini bertugas di desa.
Sebagai anggota Komisi E yang membawahi urusan pendidikan, dr. Benjamin menilai aspirasi tersebut sangat penting dan akan diperjuangkan.
“Kami akan memasukkan masukan ini kepada Dinas Pendidikan. Jika ada program membantu guru, termasuk penghargaan atau peningkatan kesejahteraan, itu pasti akan kami dorong,” tegasnya.
Di bidang kesehatan, anggota DPRD Jatim Dapil Sidoarjo itu juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit jantung bawaan pada anak. Ia menyebut berdasarkan data, sekitar 50 ribu anak di Indonesia mengidap penyakit tersebut.
“Sebagai anggota Komisi E, kami sangat memperhatikan kasus jantung bawaan ini. Penanganannya harus melalui program kesehatan yang lebih masif, terjangkau, dan berkelanjutan,” katanya.
dr. Benjamin menjelaskan bahwa reses kali ini bukan hanya untuk menyerap keluhan, tetapi juga untuk memetakan potensi desa dan peluang program pemerintah yang dapat masuk ke Desa Pranti.
Ia menilai program MBG, penguatan pendidikan, dan peningkatan pengelolaan sampah dapat menjadi pintu masuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Reses ini membuka peluang agar desa seperti Pranti bisa mendapatkan program-program yang tepat sasaran. Mulai dari MBG, pendidikan, lingkungan, hingga kesehatan. Semua harus terintegrasi agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” paparnya.
Anggota DPRD Jatim tiga periode itu menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang masuk akan dikawal hingga tingkat provinsi.
“Kami berkomitmen mengawal semua aspirasi ini. Tidak boleh ada desa yang tertinggal, terutama dalam program nasional seperti MBG. Komunikasi dengan pemerintah daerah akan terus dilakukan,” tegasnya. (**)








