Situasi Rapat Paripurna DPRD Kabupaten
Klikwarta.com, Kabupaten Blitar - DPRD Kabupaten Blitar meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar agar tidak lagi memperhatikan aspek-aspek prestasi yang diraih dan angka serta data-data dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah di dalam Renacana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045.
Anggota Komisi 1 dari Fraksi PDIP S. Nasikhah melihat sejumlah penghargaan yang diraih Pemkab Blitar dan data-data yang diperoleh acap kali tidak sesuai dengan kondisi kenyataan di lapangan.
"Dalam penyusunan rencana harus memperhatikan segala aspek dan indikator keberhasilan pembangunan bukan dari angka-angka dan penghargaan yang diraih. Karena sering kali angka-angka dan penghargaan yang didapat tidak berbanding lurus dengan fakta di lapangan. Oleh karena itu proses evaluasi dan monitoring harus secara ketat dilakukan,” ungkapnya, Selasa (2/7/2024).
Dikatakannya, penyusunan RPJPD sebelumnya masih banyak permasalahan publik yang belum maksimal tertangani. Untuk itu Ada beberapa hal yang penting yang harus menjadi perhatian khusus oleh bupati Blitar dalam menyusun RPJPD.
“Salah satunya masalah tata kelola tambang, karena kabupaten Blitar bukan hanya ada tambang batuan dan pasir. Akan tetapi juga kaya hasil tambang dan lainnya yang perlu pemerintah daerah mendirikan BUMD pertambangan. Agar penambahan PAD bisa lebih besar,” tukasnya.
Dia berharap visi pembangunan daerah kabupaten Blitar tahun 2025-2045 yang telah ditetapkan, bisa mewujudkan Kabupaten Blitar yang berdaya saing, maju dan berkelanjutan. Ada beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian khusus dalam menyusun RPJPD. Diantaranya pendidikan dasar, kesehatan, sektor penunjang kelancaran ekonomi yaitu infrastruktur juga perlu diperhatikan.
”Harapan kami apa yang sudah kami paparkan,bisa menjadi perhatian bupati Blitar. Dan tidak kalah penting adalah menjalankan secara konsisten, proses dan fase pembangunan dalam koridor RPJPD daerah yang telah dibuat,” urainya.
”Namun yang lebih penting ada keberhasilan nyata yang terwujud dan dirasakan oleh masyarakat,” tutup Nasikhah.
(Pewarta : Faisal NR)








