Membangun Sekolah, Membangun Masa Depan: Mendikdasmen Tekankan Pendidikan Pendidikan Bermutu dan Pembentukan Karakter

Rabu, 03/06/2026 - 16:14
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, meresmikan _groundbreaking_ Sekolah Pelita Harapan (SPH) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti pada Selasa (2/6)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, meresmikan _groundbreaking_ Sekolah Pelita Harapan (SPH) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti pada Selasa (2/6)

Klikwarta.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, meresmikan _groundbreaking_ Sekolah Pelita Harapan (SPH) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti pada Selasa (2/6).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) yang terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Ia menilai komitmen YPPH dalam membangun dan mengembangkan satuan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

“Pendidikan adalah tentang investasi manusia. Ini bukan hanya tentang membangun sekolah secara fisik, tetapi yang lebih penting adalah membangun karakter generasi kita dan membangun bangsa yang kuat,” ujar Mu'ti.

Menurutnya, sekolah harus menjadi institusi yang mempersatukan, bukan memecah belah. Karena itu, Kemendikdasmen berkomitmen mendorong sekolah menjadi _meeting point_ (titik temu) dan _melting point_ (titik lebur) bagi peserta didik dari berbagai latar belakang.

“Anak-anak dari berbagai kalangan bertemu di ruang-ruang kelas dan melalui proses interaksi yang berkualitas mereka membangun karakter sekaligus memperkuat identitas keindonesiaannya. Sekolah harus menjadi institusi yang memperkuat keindonesiaan dan memperkuat ikatan kemanusiaan di antara kita,” jelasnya.

Menteri Mu'ti juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital yang menuntut keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan nilai spiritual. Menurutnya, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pembentukan karakter agar generasi muda tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan moral.

“Ilmu dapat memberikan jawaban-jawaban, tetapi iman memberikan pilihan-pilihan. Teknologi membantu kita memahami banyak hal, tetapi nilai-nilai kehidupan membimbing kita untuk menggunakan pengetahuan itu bagi kemaslahatan sesama dan kemanusiaan,” tuturnya.

Sementara itu, _Executive Director_ YPPH, Stephanie Riady, mengatakan bahwa pembangunan sekolah ini bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan pembangunan harapan dan masa depan.

“Hari ini kita mengadakan acara groundbreaking. Namun sesungguhnya yang kita bangun bukanlah sebuah gedung, melainkan sebuah harapan dan masa depan. Kita menyediakan ruang bagi generasi muda untuk belajar, bertumbuh, menemukan panggilan hidupnya, dan kelak memberikan kontribusi kepada bangsa,” ujarnya.

Stephanie menegaskan bahwa karakter manusia tetap menjadi fondasi utama pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Teknologi dapat membantu menemukan jawaban, tetapi karakter membantu menentukan pilihan yang benar. Pendidikan harus membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, memimpin dengan integritas, melayani dengan kasih, dan menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk membawa kebaikan bagi sesama,” katanya.

Melalui pembangunan Sekolah Pelita Harapan ini, diharapkan semakin banyak peserta didik Indonesia yang memperoleh layanan pendidikan berkualitas yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bekal menghadapi masa depan. (**) 

Berita Terkait