MPLS di SMPN 2 Jayapura
Klikwarta.com, Jayapura, Papua, 17 Juli 2026 – Kegembiraan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor penting lahirnya Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), mengajak seluruh satuan pendidikan untuk membuat peserta didik merasa bahwa sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi mereka.
Dari ujung timur Indonesia, pelaksanaan MPLS berlangsung dengan baik di SMP Negeri 2 Jayapura, Provinsi Papua. Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Caroline Enok, mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolahnya bukan hanya sekadar melaksanakan tanggung jawab kepada para murid baru, melainkan menghadirkan peran orang tua guna menunjukkan betapa pentingnya peran orang tua dalam mendukung proses pembelajaran murid.
“Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026, bahwa bukan hanya sekolah saja yang menentukan keberhasilan murid, namun ada beberapa faktor penting di dalamnya. Di MPLS ini kami mengajak para orang tua untuk memahami terkait 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” ungkap Dorthea, di Jayapura, Kamis (16/7).
Dorthea menjelaskan, para murid melakukan pengenalan diri kepada sesama rekan kelas, wali kelas, dan guru-guru di sekolah selama proses MPLS. Dari hal itu, Dorthea bersama para guru berhasil memetakan berbagai potensi besar yang dimiliki seluruh murid baru sekolahnya. Peta potensi tersebut kemudian ia sampaikan kepada orang tua agar dapat dipahami untuk mendukung anaknya menggapai cita-cita.

“Kami ingin para orang tua tidak hanya sekadar menitipkan anak mereka di sekolah, tapi mereka pun harus memahami apa itu yang menjadi dasar bagi mereka sebagai orang tua. Kami berharap mereka dapat menjadi mitra kami untuk membuat anak mereka menjadi anak yang hebat bagi Kota Jayapura, tanah Papua, dan Indonesia yang kita cintai,” ujar Dorthea.
Salah satu orang tua murid, Pence Langitan turut mengapresiasi kinerja SMPN 2 Jayapura dalam melaksanakan MPLS tahun ajaran 2026/2027. “Kami melihat langsung banyak hal positif yang terlaksana dalam MPLS ini. Bagaimana anak-anak kami dapat mengenal sekolah, guru, dan rekan barunya, tentunya ini menjadi semangat dan dorongan agar proses pembelajaran ke depan dapat jauh lebih baik,” terang Pence.
Selanjutnya, salah satu peserta MPLS SMPN 2 Jayapura, Jowari Mofu, merasa sangat bahagia dalam menjalani MPLS. “Kami mendapatkan mentor yang sangat baik, guru-guru kami juga mengajar dan memberi pemahaman dengan jelas dan ramah. Ini yang sangat membuat saya dan teman-teman senang dan bahagia,” ucap Jowari.
Berkaitan dengan hal itu, pada kesempatan yang berbeda, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti telah menyampaikan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, dan memberi ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya. Pelaksanaan MPLS menjadi momentum membangun budaya sekolah yang ramah, aman, dan menghargai setiap murid.
“Hari pertama sekolah bukan sekadar masa mengenal lingkungan baru, melainkan awal dari proses pendidikan yang akan membentuk karakter, menumbuhkan harapan, dan mengantarkan anak-anak Indonesia menuju masa depan,” tutup Mendikdasmen.
(Kontributor : Arif)








