Cegah Kekerasan Santri, Gus Iwan Tagih Kontrol Rutin Negara ke Pesantren Swasta

Selasa, 12/05/2026 - 19:13
Anggota Fraksi  NasDem DPRD Jawa Timur  Iwan Zunaih

Anggota Fraksi  NasDem DPRD Jawa Timur  Iwan Zunaih

Klikwarta.com, Surabaya - Anggota Fraksi  NasDem DPRD Jawa Timur  Iwan Zunaih memberikan perhatian serius terhadap maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan atau pesantren. 

Beliau menekankan bahwa upaya penyelamatan dan perlindungan terhadap anak didik merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan langkah mitigasi konkret.

Dalam pernyataannya,  Iwan Zunaih atau akrab di sapa Gus Iwan  mengingatkan para orang tua agar tidak bersikap pasif setelah menyerahkan pendidikan anak ke pesantren. Ia menegaskan bahwa hubungan emosional dan pengawasan dari orang tua harus tetap berjalan meski anak berada di asrama.

"Kita harus aktif untuk selalu mengikuti perkembangan anak. Jangan hanya sekadar datang menemui, lalu ditinggal begitu saja selama tiga sampai lima bulan. Orang tua harus menggali kondisi psikis anak, menanyakan apakah ada masalah, dan membangun keterbukaan," ujar Gus Iwan pada Senen ( 11/5/2026).

Menurutnya, komunikasi dua arah yang transparan antara orang tua dan anak adalah kunci utama mitigasi agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dideteksi sejak dini.

Menanggapi keresahan masyarakat akibat kasus-kasus yang viral, Gus Iwan meminta publik untuk tetap objektif. Ia mengimbau agar masyarakat tidak memukul rata atau menggeneralisasi bahwa seluruh pesantren memiliki masalah serupa.

"Tidak semuanya pesantren seperti itu. Jangan sampai kita menjustifikasi seluruh lembaga pendidikan agama. Kita harus sadar bahwa di mana pun lembaganya, pengelolanya adalah manusia yang tidak luput dari dinamika. Namun, jangan karena kasus oknum, masyarakat jadi takut menyekolahkan anak ke pesantren," jelas Gus Iwan asal Dapil Lamongan dan Gresik.


Selain peran keluarga, Gus Iwan juga menyoroti pentingnya kehadiran negara dalam melakukan kontrol terhadap lembaga pendidikan, khususnya lembaga swasta. Beliau mendorong pembentukan atau optimalisasi lembaga khusus di bawah pemerintah yang bertugas memitigasi, mengawasi, dan mengontrol secara rutin.

"Selama ini seolah-olah jika lembaga itu swasta, pemerintah merasa sudah lepas tanggung jawab. Padahal, pemerintah tetap memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengawasi agar standar keselamatan dan perlindungan anak benar-benar terjaga," tegas Gus Iwan yang duduk di Komisi A DPRD Jatim.

Gus Iwan berharap dengan adanya sinergi antara keterbukaan orang tua, integritas pengelola pesantren, dan pengawasan ketat dari pemerintah, kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dapat ditekan habis hingga ke akarnya. (**)

Tags

Berita Terkait