'Krisis Air Minum' di Langke Rembong, Dirut Marsel: Disebabkan Debit Air Menurun

Selasa, 14/01/2025 - 07:35
Perumda Tirta Komodo Ruteng saat beraudiensi dengan Sekda Manggarai dan LSM LPPDM,Senin(13/01/2025)

Perumda Tirta Komodo Ruteng saat beraudiensi dengan Sekda Manggarai dan LSM LPPDM,Senin(13/01/2025)

Manggarai, Klikwarta.com - Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Komodo Ruteng, Marsel Sudirman menyampaikan jawaban atau responnya perihal aspirasi atau soal yang diangkat LPPDM dalam aksi dan audiensi yang difasilitasi Sekda Manggarai, Fansi Jahang.

Marsel Sudirman mengatakan bahwa pihaknya telah menjelaskan secara teknis terkait pertanyaan Marsel Ahang dan kawan kawan.

Namun Ia menegaskan bahwa Dirinya tidak merespon empat poin pernyataan sikap LPPDM yang salah satu poinnya adalah mendesak bupati Manggarai, Hery Nabit mencopot Dirinya dari jabatan Direktur Utama Perumda Tirta Komodo Ruteng.

Menurutnya empat poin pernyataan sikap LPPDM itu bukan ditujukan kepadanya sehingga bukan ranahnya untuk merespon itu, Ia hanya menjelaskan secara teknis substansi persoalan yang diangkat LSM yang dipimpin Marsel Nagus Ahang tersebut.

Ia menegaskan bahwa jawaban yang Ia sampaikan saat audiensi tersebut adalah jawaban teknis dan tidak untuk membela diri.

“Saya sudah menjelaskan secara teknis terkait pertanyaan teman teman LPPDM. Jawaban kami adalah jawaban teknis, tidak sedang membela diri. Itu untuk merespon pertanyaan, aspirasi atau keluhan. Ada aspirasi ada respon” ungkap Marsel Sudirman yang saat itu didampingi sejumlah Kepala Bagian (Kabag) dan Kepala Sub Bagian (kasubag).

Lebih rinci Marsel Sudirman menjelaskan terkait mutu pelayanan Perumda Tirta Komodo Ruteng tentang dua poin utama yang menjadi dasar aksi LPPDM, yaitu kurangnya pasokan air minum bersih dan masih tingginya beban biaya yang dibayarkan pelanggan setiap bulan di tengah kondisi air jarang mengalir.

Ia menjelaskan bahwa Masalah mendasar yang menyebabkan kurangnya pasokan air minum bersih di wilayah kecamatan Langke Rembong belakangan ini disebabkan karena debit air dari sejumlah sumber air yang digunakan saat ini berkurang atau menurun.

Menurunnya debit air tersebut diketahui berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan pihak manajemen Perumda Tirta Komodo yang sesuai SOP nya dilakukan dua (2) kali dalam satu tahun yaitu saat musim kemarau panjang dan musim hujan.

“Debit itu diukur minimal dua kali dalam satu tahun, itu SOP nya yaitu waktu musim kemarau panjang dan pada waktu musim hujan” ungkapnya.

Pengukuran debit itu tambahnya adalah agar bisa mengetahui kondisi debit air saat musim kemarau dan musim hujan.

Marsel Sudirman mencontohkan salah satu sumber air yang mengalami penurunan debit yaitu Wae Reget di wilayah Leda kelurahan Bangka Leda kecamatan Langke Rembong.

Awalnya debit air Wae Reget adalah 8 liter/detik. Dilakukan pengukuran bulan Februari tahun 2022 (curah hujan tinggi), debitnya masih tetap yaitu 8 liter/detik. Di tahun yang sama, dilakukan pengukuran kembali pada bulan Agustus (kemarau panjang) debitnya mengalami penurunan dari 8 liter/detik menjadi 7 liter/detik.

Di sumber yang sama, bulan Mei tahun 2023 dilakukan pengukuran dan debitnya mengalami penurunan lagi dari 7 menjadi 6,8 liter/detik. Tahun yang sama tepatnya bulan November turun dari 6,8 menjadi 4,98 liter/detik. Pengukuran bulan April 2024 mengalami peningkatan dari 4,98 menjadi 6,74 liter/detik.

Fluktuatif debit air ini kata Marsel Sudirman terjadi pada semua sumber air yang digunakan saat ini, karena itu tambahnya penurunan debit sangat berpengaruh terhadap pelayanan.

Terkait beban biaya bulanan pelanggan yang tetap tinggi di tengah berkurangnya pasokan air, Marsel Sudirman menjelaskan bahwa itu tercatat secara sistematis pada meteran setiap pelanggan bukan diatur oleh perusahaan atau pegawai.

Beban biaya yang dibayarkan pelanggan setiap bulan berdasarkan yang tertera di dalam meteran yang difoto atau didokumentasikan oleh petugas lapangan.

Direktur Perumda Tirta Komodo itu membantah penggunaan istilah krisis air minum bersih di Langke Rembong yang disebut LPPDM. Menurutnya, disebut krisis apabila tidak ada pasokan air sama sekali. Yang terjadi saat ini menurutnya adalah pengaturan jadwal penyaluran saja.

Marsel Sudirman memastikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mengatasi berkurangnya debit air saat ini.

Giat menanam pohon di sekitar sumber air adalah langkah yang dilakukan manajemen Perumda Tirta Komodo Ruteng dan itu sudah dilakukan.

Manajemen juga akan terus mencari sumber air lainnya, tidak hanya di kecamatan Langke Rembong tetapi juga di berbagai wilayah kabupaten Manggarai.

Di tengah kondisi kurangnya pasokan air minum di Langke Rembong yang banyak dikeluhkan pelanggan, manajemen Perumda Tirta Komodo Ruteng mengimbau agar menyediakan wadah untuk menampung air.

Pewarta: Kordian

Berita Terkait