Mengatasi Pilek pada Anak Secara Alami Dengan Herbal

Selasa, 25/07/2023 - 02:24
ilustrasi

ilustrasi

Klikwarta.com - Pilek sering dialami oleh anak-anak terutama pada musim peralihan dan cuaca yang tidak menentu. Meskipun pilek umumnya bukan kondisi serius, namun gejalanya seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan rewel.

Anda bisa chat dokter online di KlikDokter untuk berkonsultasi untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu ada juga cara alami untuk mengatasi pilek pada anak, salah satunya adalah dengan menggunakan ramuan herbal.

Berikut ini adalah cara alami mengatasi pilek pada anak yang bisa Anda lakukan.

Teh Hijau

Teh hijau merupakan minuman yang kaya akan zat bernama katekin yang berperan besar untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi virus, termasuk virus penyebab pilek.

Cara paling efektif untuk menggunakan teh hijau sebagai obat alami melawan pilek adalah dengan gargling atau berkumur-kumur di tenggorokan. Caranya teguk teh hijau dan tahan di dalam mulut agar tidak tertelan.

Beri tahu si Kecil juga supaya ia tidak ikut menelannya. Selanjutnya, tengadahkan kepala sedikit menghadap langit-langit dan tahan cairan di tenggorokan menggunakan pangkal lidah. Kumur-kumur selama kurang lebih 30 detik.

Setelah 30 detik, minta anak membuang air teh yang digunakan. Jika si kecil masih kesusahan untuk gargling, bisa digunakan untuk minum teh hijau hangat-hangat dengan tambahan sedikit madu agar rasanya manis.

Teh Jahe

Jahe telah lama dikenal sebagai salah satu bahan alami yang memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama dalam mengatasi batuk dan pilek pada anak. Jahe mengandung senyawa alami seperti gingerol dan shogaol yang memiliki sifat antiinflamasi, antiseptik, dan ekspektoran.

Sifat-sifat ini membantu meredakan peradangan di saluran pernapasan anak dan memudahkan pengeluaran lendir, sehingga membantu mengurangi gejala pilek seperti hidung tersumbat dan batuk.

Salah satu cara paling umum untuk menggunakan jahe sebagai pengobatan alami untuk pilek adalah dengan membuat teh jahe. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan merebus beberapa potong jahe segar dalam air selama beberapa menit.

Setelah jahe direbus, Anda dapat menambahkan sedikit madu dan air lemon untuk memberikan rasa manis dan menyegarkan pada teh jahe.

Madu

Madu telah lama dikenal sebagai salah satu bahan alami yang efektif untuk meredakan batuk pada anak. Madu memiliki sifat antiseptik dan antimikroba yang membantu melawan infeksi di saluran pernapasan.

Campurkan satu sendok teh madu murni ke dalam segelas air hangat atau teh herbal yang tidak terlalu panas. Berikan campuran ini kepada anak dua atau tiga kali sehari untuk membantu meredakan batuknya.

Bawang Putih

Bawang putih mengandung senyawa allicin yang memiliki sifat antibakteri dan antivirus. Mengonsumsi bawang putih dapat membantu mempercepat pemulihan dari infeksi saluran pernapasan.

Anda bisa mencampurkan bawang putih cincang ke dalam makanan anak atau membuat jus bawang putih yang dicampur dengan madu sebagai obat batuk alami.

Teh Herbal

Teh herbal seperti teh chamomile, teh peppermint, dan teh sage memiliki sifat menenangkan dan membantu meredakan peradangan di saluran pernapasan. Sajikan teh herbal hangat tanpa tambahan gula atau pemanis buatan kepada anak saat batuk dan pileknya kambuh.

Buah-buahan Segar

Buah-buahan segar kaya akan vitamin C dan antioksidan yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Berikan buah-buahan segar seperti jeruk, stroberi, kiwi, atau mangga kepada anak sebagai camilan sehat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Bunga Lawang

Bunga lawang atau star anise biasanya digunakan untuk memberikan rasa manis pedas yang khas pada masakan.

Bumbu dapur ini bisa dijadikan teh herbal untuk meredakan batuk dan pilek anak karena bunga lawang mengandung zat bernama shikimic acid yang berperan sebagai antivirus dan antiradang yang mampu meredakan peradangan di hidung akibat virus penyebab pilek.

Cara membuatnya dengan menyeduh 1-2 biji bunga lawang kering yang sudah dicuci bersih dalam satu gelas air panas. Seduh selama 3-4 menit, kemudian keluarkan bijinya. Masukkan 2 sdt madu untuk menambah rasa manis alami sekaligus memperkuat manfaatnya.

Berikan pada anak dalam kondisi hangat juga dapat dicampur ke dalam segelas susu dengan taburan bubuk kayu manis.

Peppermint

Peppermint mampu melegakan tenggorokan yang gatal dan hidung yang tersumbat karena memiliki kandungan menthol yang memberikan sensasi dingin. Untuk meredakan gejala pilek anak dengan peppermint, ada dua hal yang dapat Anda lakukan.

Pertama dengan memberikan segelas air seduhan daun peppermint hangat untuk diminum si kecil. Anda juga dapat membuat aromaterapi rumahan dengan mencampurkan 7-8 tetes minyak esensial peppermint ke dalam satu wadah mangkuk air panas seperti baskom.

Tudungkan handuk di kepala si Kecil dan minta ia untuk menghirup uap air tersebut selama beberapa menit agar hidungnya yang tersumbat terasa lega.

Perlu diingat bahwa essential oil peppermint tidak boleh diberikan pada anak dengan usia kurang dari 2,5 tahun karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kejang.

Awasi juga selama penggunaan, jangan sampai menundukkan kepala terlalu dekat dengan wadah mangkuk karena dapat menyebabkan kulitnya terbakar

Yogurt Dingin

Selain memiliki rasa asam manis yang segar dan pasti disukai anak-anak, ternyata tekstur yogurt yang lembut dapat menenangkan tenggorokan yang mengalami peradangan karena pilek.

Selain itu, kandungan bakteri baik bernama probiotik di dalam yogurt ternyata dapat secara efektif melawan pilek dan berbagai infeksi saluran pernapasan dengan cara memperkuat daya tahan tubuh si Kecil.

Mengatasi pilek pada anak dengan ramuan herbal adalah pilihan yang aman dan alami. Namun, perlu diingat bahwa setiap anak memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, dan jika gejala pilek anak Anda memburuk atau tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, pastikan anak Anda selalu menjaga pola makan yang sehat, istirahat cukup, dan menjaga kebersihan tangan untuk mencegah penyebaran infeksi. (*)

Tags

Berita Terkait