KSOP Banten Perkuat Sinergi Hadapi Antrean Kapal di Puncak Mudik Lebaran 2026

Rabu, 25/03/2026 - 21:27
Foto istimewa

Foto istimewa

Klikwarta.com, Merak - Kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di lintasan Laut Jawa–Sumatera disebut sebagai buah koordinasi lintas instansi yang berjalan solid. KSOP Kelas I Banten, PT ASDP Indonesia Ferry, Polda Banten, hingga berbagai pemangku kepentingan dinilai mampu menjaga kesinambungan layanan penyeberangan. Meskipun sempat terjadi penumpukan kendaraan dan antrean kapal di Pelabuhan ASDP Merak, kondisi tersebut perlahan terurai dan operasional tetap berlangsung kondusif.

Kapten Kapal Royce I dari PT Damai Lintas Bahari, Amir Ansori, menyebut pola arus penyeberangan tahun ini lebih terkendali dibandingkan periode sebelumnya. Ia menilai kestabilan volume muatan menjadi indikator keberhasilan, terutama berkat kebijakan pembagian arus ke tiga pelabuhan. “Distribusi arus lebih merata, sehingga kepadatan bisa ditekan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Penyesuaian juga tampak di Pelabuhan Ciwandan. Intensitas pelayaran berkurang menjadi sekitar tiga trip per hari, dari kondisi normal yang dapat mencapai delapan trip. Meski frekuensi menurun, daya angkut tetap dioptimalkan, dengan kapasitas sekitar 1.640 kendaraan roda dua dan hingga 3.000 penumpang dalam satu kali pelayaran.

Menurut Amir, pengurangan jumlah trip merupakan imbas dari pengalihan sebagian armada ke Pelabuhan Merak guna mengantisipasi lonjakan pemudik. Kebijakan ini menjadi bagian dari skema pengaturan arus agar tetap lancar pada masa puncak Lebaran.

Dari sisi armada, jumlah kapal yang beroperasi bertambah dari 52 unit menjadi 57 unit. Penambahan ini memperkuat kapasitas layanan, namun di sisi lain meningkatkan kepadatan di jalur menuju dermaga sehingga diperlukan pengendalian yang lebih terstruktur.

Peningkatan juga dilakukan pada kapasitas sandar. Jika pada hari biasa satu dermaga menampung empat kapal, selama periode Lebaran jumlahnya ditambah menjadi lima kapal. Langkah ini bertujuan mempercepat perputaran kapal sekaligus mengurangi antrean.

Meski demikian, antrean kapal masih menjadi bagian dari dinamika di lapangan. Kapal yang datang kemudian harus menunggu giliran bersandar dengan durasi yang bergantung pada tingkat kepadatan. Secara keseluruhan, pengelolaan arus penyeberangan Lebaran tahun ini dinilai semakin responsif dan mampu menyesuaikan diri dengan tingginya mobilitas masyarakat.

(Kontributor: Safarudin)

Berita Terkait