Influenza Tipe A Menggila di Jatim, Legislator Benjamin E Minta Tak Anggap Remeh Flu

Kamis, 24/09/2026 - 10:44
Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benjamin Kristianto

Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benjamin Kristianto

klikwarta.com, Jatim - Komisi E DPRD Jawa Timur menyoroti serius tren lonjakan kasus Influenza Tipe A yang kini meluas di hampir seluruh wilayah Jawa Timur.*

Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr. Benjamin Kristianto, meminta masyarakat tidak lengah terhadap ancaman transmisi virus pernapasan ini. Pasalnya, penyebarannya sangat cepat dan berpotensi mengganggu aktivitas hingga produktivitas warga.

Berdasarkan data terkini dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya per pertengahan September 2026, gambaran kasus cukup mengkhawatirkan. Dari total spesimen kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang diperiksa, kelompok paling rentan justru mendominasi.

Kelompok bayi dan balita tercatat paling tinggi terpapar hingga 42 persen dari total kasus. Disusul kelompok usia produktif sebesar 26 persen dan kelompok lansia sebanyak 20 persen. Artinya, hampir separuh kasus menyerang anak-anak di bawah lima tahun.

Untuk jenis virusnya, yang mendominasi di Jawa Timur adalah subtipe H1N1Pdm09 dan H3N2 yang dikenal sebagai Super Flu. Varian ini memiliki daya tular tinggi dan gejala yang lebih berat dibandingkan flu biasa.

Di Kota Surabaya saja, Dinas Kesehatan telah mencatat puluhan ribu kasus influenza sepanjang tahun 2026 ini. Sementara persebaran kasus juga terdeteksi meluas di beberapa daerah lain seperti Malang, Pasuruan, hingga Situbondo.

Menanggapi hal itu, Benjamin menegaskan faktor pemicu percepatan penularan adalah tingginya mobilitas warga yang sudah kembali normal, ditambah perubahan cuaca yang sangat fluktuatif di Jatim dalam beberapa bulan terakhir. 

Menurutnya, pencegahan tidak bisa hanya dibebankan pada kesiapan fasilitas kesehatan (faskes), tetapi harus dimulai dari kesadaran individu.

"Masyarakat jangan menganggap remeh gejala flu. Influenza Tipe A penularannya sangat cepat dan gejalanya bisa cukup berat jika daya tahan tubuh sedang drop. Ditambah data BBLKM menunjukkan anak balita rentan terpapar, jadi antisipasi sejak dini adalah kunci utama," kata Benjamin di Surabaya, Selasa (23/9/2026).

Politisi dari Fraksi Gerindra ini secara khusus mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bersama jajaran di tingkat kabupaten/kota untuk bergerak lebih masif. Edukasi ke masyarakat dan pemantauan ketat di lapangan harus diperkuat.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan kesiapan infrastruktur kesehatan. Ketersediaan ruang perawatan isolasi, stok obat-obatan antivirus, hingga logistik di Puskesmas dan RSUD harus dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi jika terjadi lonjakan lebih tinggi.

Selain itu, ia meminta warga untuk kembali mendisiplinkan protokol kesehatan sederhana yang sempat longgar pasca-pandemi. Seperti memakai masker saat sedang flu atau berada di tempat kerumunan, serta membiasakan rajin mencuci tangan dengan sabun.

"Bila timbul gejala demam, batuk, atau sesak napas yang tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke faskes terdekat. Jangan ditunda. Jaga imun tubuh dengan asupan gizi dan istirahat yang cukup," pungkas legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Sidoarjo tersebut.

Hingga kini, Pemerintah Provinsi Jatim memastikan belum ada rumah sakit yang kewalahan menangani pasien influenza. 

Namun, langkah antisipasi yang responsif dan cepat dari pemerintah daerah yang dibarengi dengan kesadaran tinggi masyarakat diharapkan mampu menekan laju penyebaran Influenza Tipe A agar tidak menjadi gelombang yang lebih besar di Jawa Timur.

Tags

Berita Terkait