Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Kabupaten Sumbawa, NTB, Jumat (16/7)
Klikwarta.com, Sumbawa - Lagu Hari Baru dan Rukun Sama Teman dinyanyikan bersama mengawali keceriaan hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah, di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Jumat (17/7). Peserta didik baru tampak antusias berkenalan, bermain bersama teman-teman baru, serta mulai membiasakan hidup rukun dalam suasana yang aman, nyaman, dan menggembirakan.
Momen gembira tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat meninjau pelaksanaan MPLS di SMA Muhammadiyah Sumbawa Besar, SD Negeri 1 Sumbawa, dan SD Negeri 14 Sumbawa. Mendikdasmen mengapresiasi pelaksanaan MPLS di sekolah-sekolah yang dikunjunginya. Menurutnya, berbagai program pembiasaan yang diterapkan selama MPLS menjadi langkah awal dalam membangun karakter peserta didik dan budaya sekolah yang aman serta nyaman.
"Alhamdulillah saya mengunjungi beberapa sekolah. Saya melihat pelaksanaan MPLS di sekolah-sekolah ini sangat bagus, beberapa program yang menjadi kebijakan kami, seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), kemudian keceriaan dengan menyanyi lagu Hari Baru, serta membangun sekolah budaya sekolah yang aman dan nyaman dengan membiasakan mereka hidup rukun,” ujar Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Kabupaten Sumbawa, NTB, Jumat (16/7).
Sementara itu, Kepala SD Negeri 14 Sumbawa, Asminingsih, mengatakan pelaksanaan MPLS di sekolahnya dirancang agar peserta didik merasa nyaman sejak hari pertama. Selama lima hari kegiatan, sekolah memperkenalkan 7KAIH serta membiasakan peserta didik hidup rukun bersama teman-temannya. Menurutnya, sebelum MPLS dimulai sekolah juga melaksanakan pra-MPLS dengan mengundang orang tua untuk menyosialisasikan rangkaian kegiatan sehingga proses adaptasi peserta didik dapat berlangsung lebih optimal.
"Dalam pelaksanaan MPLS ini kami mengutamakan ramah, nyaman dan menggembirakan buat anak-anak kami. Dalam pelaksanaannya selama lima hari ini kami memperkenalkan kepada anak-anak kami bagaimana konsep 7 pembiasaan 7KAIH, kemudian rukun sama teman dalam belajar,” ujar Asminingsih.
Hal tersebut juga didukung oleh guru kelas I SD Negeri 14 Sumbawa, Kristina. Ia mengatakan MPLS merupakan masa transisi penting bagi peserta didik yang baru memasuki jenjang sekolah dasar. Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan sehingga mereka dapat beradaptasi dengan baik. Baginya, konsep MPLS Ramah memberikan ruang bagi guru untuk lebih memahami karakter setiap peserta didik sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan.
"Tujuan MPLS yang pertama itu pengenalan sekolah baru untuk mereka, SD tempat mereka akan mengenyam pendidikan selama enam tahun. Di sekolah kami, mereka tidak dibebankan untuk langsung belajar, kami berkenalan, bermain dengan teman-temannya. Puji syukur selama MPLS ini reaksi mereka sangat positif, senang sekali karena bernyanyi, dan bermain,” jelas Kristina.
Senada dengan itu, keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan MPLS Ramah. Sintia, wali murid kelas I SD Negeri 14 Sumbawa, mengaku komunikasi yang dibangun sekolah melalui penyampaian informasi dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) setiap hari membuat anaknya semakin antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Respon anak saya saat mengikuti MPLS alhamdulillah dia sangat senang. Setiap hari dia bertanya apa yang perlu disiapkan dan antusias mengisi LKPD untuk esok harinya," tuturnya.
Sementara itu, salah satu peserta didik baru SMA Muhammadiyah Sumbawa Besar, Defli, mengaku kegiatan MPLS membantunya mengenal lingkungan sekolah, bertemu teman-teman baru, serta merasakan suasana sekolah yang nyaman dan asri. "Kegiatan MPLS-nya menyenangkan, kami diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, bertemu teman-teman baru. Lingkungan sekolah di sini juga nyaman dan asri," ucap Defli
Sejalan dengan itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Sumbawa Besar, Jon Kennedi menegaskan bahwa sekolah telah menerapkan konsep MPLS bebas perundungan melalui berbagai aktivitas yang mendorong peserta didik saling mengenal dan berkolaborasi. Sekolah juga menerapkan berbagai permainan interaktif agar peserta didik baru dapat membangun kedekatan satu sama lain sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
“Kami menerapkan sistem bahwa sistem MPLS di sekolah kami adalah bebas perundungan, dengan harapan supaya sekolah kami menjadi nyaman untuk peserta didik. Kami mengajarkan kepada mereka mulai dari sapa, kemudian berinteraksi dengan teman-teman, termasuk menerapkan sistem permainan supaya mereka mengenal satu sama lain,” jelas Jon.
Rangkaian MPLS Ramah di Sumbawa memperlihatkan bahwa pengenalan lingkungan sekolah bukan sekadar mengenalkan ruang kelas atau tata tertib, tetapi juga menjadi langkah awal membangun karakter, kebiasaan baik, serta budaya sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Sejalan dengan hal tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa berbagai pembiasaan positif perlu terus diterapkan setelah MPLS berakhir.
"Yang terpenting adalah bagaimana mereka dapat menerapkan kebiasaan baik yang kita sebut 7 KAIH dan juga membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Mulainya tentu dari awal ketika MPLS. Semoga ini bisa jadi awal yang baik buat kita," tutup Mendikdasmen. (**)








