TEP Undip Ajak Siswa Tempirai Selatan Cegah Penyakit dengan Kebiasaan Hidup Bersih

Jumat, 02/10/2026 - 18:08
TEP Undip Ajak Siswa Tempirai Selatan Cegah Penyakit dengan Kebiasaan Hidup Bersih

TEP Undip Ajak Siswa Tempirai Selatan Cegah Penyakit dengan Kebiasaan Hidup Bersih

Klikwarta.com, Pali - Warga transmigran di Tempirai Selatan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan masih kesulitan mendapatkan akses  air bersih dan mengelola sampah. Kondisi ini membuat warga, terutama anak-anak yang mudah terserang penyakit seperti diare, cacingan, dan penyakit kulit.

Untuk mengatasi masalah ini, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) turun langsung memberikan pendidikan kesehatan lingkungan kepada siswa di dua SD dan dua SMP setempat. Menggunakan alat peraga yang seru seperti kartu permainan, poster, dan modul bergambar, para siswa diajak untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat. 

Tak hanya itu, mereka juga belajar memilah dan mengolah sampah, pencegahan stunting dan penyakit akibat lingkungan kotor. Kegiatan ini disambut antusias para guru dan murid karena membantu menanamkan rasa peduli lingkungan sejak dini.

"Saya sangat mendukung adanya program ini karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa untuk peduli pada lingkungan sekitar," ujar salah Guru SDN 2 Penukal Utara, Yeni pada Senin, (28/9/2026).

Kegiatan pembelajaran yang dirancang secara menyenangkan dan interaktif ini juga meninggalkan kesan bagi para siswa yang terlibat langsung dalam sesi pembelajaran.

"Kelas belajarnya seru karena aku bisa belajar sambil bermain. Terima kasih kakak-kakak TEP Undip, tetap semangat untuk mengajar," tutur  siswa SDN 3 Penukal Utara sekaligus warga kawasan transmigran, Kharir.

Sebanyak 120 siswa dari dua sekolah di kawasan transmigrasi belajar bersama tentang pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan sejak dini melalui kegiatan interaktif yang seru.

"Dalam program ini, kami menghadirkan modul pencegahan penyakit berbasis lingkungan hingga stunting. Kami tidak hanya memberikan materi, tetapi juga praktik interaktif menggunakan media seperti flashcard agar siswa dapat langsung mencocokkan jawaban serta berkomitmen menjaga lingkungannya," ujar Ketua Tim Ekspedisi Patriot Undip, Yusniar Hanani, Senin (28/9/2026).

Program ini sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya pemahaman mengenai lingkungan hidup, khususnya pepohonan, diajarkan sejak dini di sekolah. 

"Dengan pendidikan mulai dari anak-anak muda, anak-anak sekolah, bahwa tidak lagi boleh bakar atau tebang pohon seenaknya," kata Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat penanganan bencana gempa di NTT, Rabu (26/8/2026).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan perlunya tindak lanjut konkret atas berbagai temuan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di lapangan. 

“Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, feasible, dan masuk akal,” ujar Menko AHY saat berdialog dengan para peserta ekspedisi di Jayapura, Papua, Kamis (17/9/2026).

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pengembangan kawasan transmigrasi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga lingkungan dan menghormati budaya masyarakat setempat.

“Pembangunan kawasan harus berkelanjutan. Tidak ada yang instan. Pembangunan juga tidak boleh mengabaikan lingkungan dan budaya masyarakat setempat,” ujar Mentrans saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa, (11/8/2026).

Melalui pendidikan dan pendampingan kesehatan lingkungan, Tim Ekspedisi Patriot Undip membuktikan komitmennya dalam menanamkan pola hidup sehat sejak sekolah serta mendorong perbaikan sarana lingkungan di Transmigrasi Tempirai Selatan. (MAL)

Tags

Berita Terkait