penyaluran BLT DD
Klikwarta.com, Seluma - Pemerintah Desa (Pemdes) Penago II, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma anggarkan 50 persen lebih untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa terdampak Covid-19. Ini mengingat banyaknya warga miskin yang memenuhi kriteria penerima BLT-DD di desa setempat.
Disamping itu, diterangkan Kepala Desa Penago II, Andan Supriadi bahwa soal BLT-DD tuai protes warga karena jika merujuk pada aturan sebelumnya tentu banyak warga yang memenuhi kriteria tidak kebagian bantuan tersebut. Sehingga, pihaknya mengambil kebijakan untuk memangkas DD sebesar 50 persen lebih, dan ini merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK.07/2020 tentang Perubahan Kedua atas 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa, PMK tersebut menyatakan pemerintah akan menaikkan dana BLT Desa dari Rp 1,8 juta/KPM menjadi Rp 2,7 juta/KPM.
"Dengan besaran DD setiap Desa yang berbeda, secara otomatis Keluarga penerima Manfaat (KPM) tidak sama, sehingga menyebabkan masih adanya warga yang belum tertampung dan yang protes kalau dirinya berhak mendapatkan bantuan penanggulangan dampak wabah Corona (Covid-19). Atas hal ini, maka kami mengambil kebijakan dan mengalokasikan 50 persen lebih dari DD yang hanya sebesar Rp723.591.000", terang Andan, Minggu (07/6/2020).

Lanjutnya menjelaskan, awalnya pihaknya mengikuti prosedur melakukan pengalokasian sebesar 25 persen dari DD yang ada, tetapi itu hanya cukup untuk 70 KPM. Setelah melakukan survey dan berdasarkan data yang ada, ternyata masih banyak warganya belum dapat, sudah tentu akan menimbulkan cemburu sosial dan bisa menyebabkan masyarakat bergejolak yang berujung keributan.
"Maka, kami adakan rapat, akhirnya kami konsultasi dengan pendamping desa dan mengajukan surat permohonan untuk mengalokasikan DD sebesar 50 persen lebih untuk di salurkan ke 140 KPM ke Pemeritah Daerah melalui Kecamatan dan allhamdulillah dikabulkan", jelasnya.
Sambungnya, "Allhamdulillah penyaluran BLT-DD sudah kami realisasikan dibalai Desa setempat Minggu (7/6/2020) pagi berjalan dengan lancar, tapi demikian saya mengakui bahwa masih ada warga yang belum tersentuh".
Terkait hal hal ini, Kades Andan masih berharap kepada instansi terkait, sekiranya dapat mempertimbangkan dan menijau ulang DD yang dialokasi untuk desanya saat ini dan memohon tahun depan DD ditempatnya bisa dinaikan berdasarkan banyaknya jumlah penduduk dan luasan Pemdesnya.
"Kami sangat bersyukur dengan DD yang ada saat ini, tetapi secara pribadi saya berharap dan memohon kepada Instasi terkait untuk meninjau serta mempertimbangkan kembali, besar harapan kami tahun depan DD desa kami bisa ditambah", pungkasnya.
(Pewarta : Johan)








