ilustrasi
Oleh : Desty Yolanda
Kepemimpinan digital atau digital leadership diperlukan dalam proses transformasi digital yang tengah berjalan saat ini untuk mengawal perubahan dan pemanfaatan teknologi dengan cepat di berbagai sektor, termasuk sektor pemerintahan.
Hadirnya pemimpin digital dapat mendorong percepatan transformasi di dalam organisasi. Untuk melakukan transformasi teknologi, seorang digital leader harus mampu menggunakan aset digital untuk membuat keputusan yang cepat dan tepat. Selain itu, digital leader juga harus mampu berinovasi dan berkolaborasi dengan unsur organisasi atau stakeholder lain untuk menemukan solusi.
Dengan hadirnya kepemimpinan digital, maka pemimpin mampu untuk mendayagunakan aset digital yang dimiliki oleh pegawainya untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Pemimpin digital juga dapat memanfaatkan teknologi digital yang dihubungkan dengan proses bisnis masing-masing instansi pemerintah dalam melakukan transformasi layanan. Terdapat empat karakteristik yang membedakan kepemimpinan biasa dengan e-Leadership.
Pertama, terkait dengan kemampuan komunikasi, dimana digital leader telah mampu berkomunikasi secara efektif menggunakan perangkat media sosial untuk terus terkoneksi dengan anggota di dalam maupun luar organisasi.
Karakteristik kedua, digital leader harus mampu memiliki kemampuan berpikir dan bekerja sama tanpa adanya batasan waktu, ruang, dan rintangan budaya dimana pengawasan dan interaksi tatap muka tidak lagi diperlukan.
Kemudian ketiga, digital leader juga memiliki kemampuan dalam memantau dan mengelola pekerjaan dengan efektif secara virtual.
Karakteristik keempat yang membedakan pemimpin biasa dengan digital leader adalah kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan teknologi. Pesatnya perkembangan teknologi menuntut penyesuaian perubahan yang berjalan dengan cepat agar tujuan organisasi dapat tetap tercapai.
Selanjutnya, tahap memiliih sumber daya manusia yang tepat untuk menyukseskan perubahan teknologi yang dilanjutkan dengan perubahan budaya kerja berbasis teknologi.
Tahap terakhir adalah perubahan digital yang dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan menumbuhkan budaya inovasi dan kolaborasi dengan komunitas digital.
Diharapkan kapasitas pemimpin di instansi pemerintah dapat menjadi digital leader dan mampu menginisiasi serta mendorong perubahan menuju transformasi digital sehingga daya saing Indonesia juga dapat meningkat dan berkemajuan. (*)








