Roti Buaya: si Manis yang Penuh Makna

Selasa, 21/06/2022 - 18:12
Ilustrasi roti buaya. Sumber: Pinterest

Ilustrasi roti buaya. Sumber: Pinterest

Oleh: Muhammad Fahrul Rozi (mahasiswa aktif Politeknik Negeri Jakarta)

Siapa yang tak mengenal kuliner legendaris khas kota Jakarta ini? Rasanya yang manis ditambah bentuknya yang unik membuat roti buaya menjadi ikon kuliner kota Jakarta dalam acara tertentu. Roti buaya kerap kali ditemukan saat acara pernikahan sebagai bagian dari budaya betawi.

Memiliki bentuk persis seekor buaya membuat hidangan ini menjadi salah satu makanan yang unik dan menarik bagi pembeli. Isian dari roti buaya pun beragam, mulai dari rasa coklat, strawberry, dan juga rasa lainnya.

Maraknya kue modern dengan tampilan yang lebih cantik dan mewah tidak lantas membuat eksistensi dari roti buaya menjadi tergeser. Masih banyak masyarakat khususnya suku Betawi yang menggunakan roti buaya sebagai bagian dari budaya di hari pernikahan.

Di kalangan anak muda saat ini, buaya tak jarang menjadi sebuah sebutan bagi laki-laki yang kerap kali mendekati banyak wanita. Seolah selalu berganti-ganti pasangan, ternyata buaya merupakan binatang yang setia, lho. Buaya diketahui hanya menikah satu kali selama hidupnya, lantas mengapa sebutan “lelaki buaya” muncul di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk perumpamaan bagi kaum Adam yang kerap kali gonta-ganti pasangan? Padahal buaya sendiri sangat setia dengan pasangannya.

Nah, berangkat dari kesetiaan seekor buaya jantan kepada betinanya, hal tersebutlah yang membuat roti buaya selalu hadir di tengah hari bahagia khususnya pada acara pernikahan masyarakat suku Betawi. Roti buaya melambangkan kesetiaan laki-laki pada pasangannya, maka tak heran jika kue lezat nan unik ini menjadi ciri khas saat pernikahan. Dengan begitu, roti buaya diharapkan dapat menjadi bentuk pengabdian dari pasangan sebagai lambang kesetiaan.

Sementara itu, ternyata makna roti buaya sebagai ikon pernikahan di masyarakat Betawi tak hanya berupa kesetiaan. Roti buaya juga melambangkan kehidupan baru pasca melepas masa lajang, serta sebagai gambaran suami istri. Umumnya terdapat beberapa buah roti buaya dengan berbagai ukuran. Roti buaya yang paling besar melambangkan suami, lalu roti buaya dengan ukuran kecil merupakan gambaran dari istri, kemudian dilengkapi lagi dengan roti buaya ukuran paling kecil yang merupakan lambang dari kehadiran anak dalam sebuah pernikahan.

Roti buaya ini juga merupakan bentuk pengaruh sosial-budaya dari masyarakat Eropa. Roti yang identik dengan bangsa Eropa kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia khususnya suku Betawi sebagai bagian dari tradisi pernikahan. Wah, ternyata dibalik lezat dan uniknya roti buaya terdapat makna filosofi yang sangat mendalam, ya. Bagaimana dengan pembaca, pernahkah anda mencoba si manis roti buaya?

Berita Terkait