Kapolres di dampingi Kasat Reskrim dan Kasi Humas beserta Kanit Tipiter saat menggelar Konferensi Pers
Bitung, Klikwarta.com - Maraknya Kasus BBM Ilegal di Kota Bitung, Tim Resmob Satreskrim Polres Bitung kembali mengungkap kasus penyalahgunaan BBM yang bersubsidi Jenis Pertalite pada Selasa, (10/1/23).
Pengungkapan ini berawal kecurigaan anggota Resmob Satreskrim Polres Bitung yang saat itu sedang melakukan patroli di wilayah kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir dan melihat Mobil Merk Izuzu jenis Tronton tangki warna merah putih dengan Nomor Polisi 8953 QL yang berlambungkan Nomor 25 Bitung yang saat itu di bawa oleh pelaku BL (43) memasuki Gudang milik PT. Jobroindo.
Kapolres Bitung AKBP. Alam Kusuma S. Irawan, SH.,SIK.,MH yang di dampingi Kasar Reskrim AKP. Maeselus Yugo dan Kasi Humas Ipda. Iwan SetiyaBudi saat menggelar Konferensi Pers, Jumat (13/1/23) mengatakan Pelaku membawa mobil BBM bersubsidi dari Depot Pertamina pada pukul 05:30 WITA dan pada pukul 06:00 wita tersangka masuk ke gudang PT. Jobroindo
"Pelaku membawa mobil Tangki Pertamina yang masih berisikan BBM Pertalite sebanyak 15 Ton 850 Lirer masuk ke dalam gedung PT. Jobroindo kemudian yang bersangkutan membuka segel dan mengambil minyak sebanyak 7 gelon yang berukuran 25 liter," ungkapnya.

Lanjut, Alam Kusuma mengatakan selain mengamankan Pelaku dan Mobil Tangki tersebut pihaknya juga mengamankan I buah kunci dan STNK Kendaraan atas nama PT. Jobroindo
"Pelaku merupakan Karyawan PT. Elnusa dan sedangkan kendaraan ini sendiri di sewa oleh pihak Elnusa," jelasnya.
Ia pun menambahkan bahwa saar ini pelaku beserta barang bukti sudah di amankan untuk proses selanjutnya.
"Pelaku di sangkakan pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi sebagaiman yang telah di ubah dalam pasal 40 angka 9 peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pindan penjara 6 tahun denda paling tinggi 60.000.000.000 Milyar Rupiah," tambahnya.
Pada kesempatan ini juga, Kapolres menghimbau kepada seluruh elemen-elemen terkait untuk bersama sama mengawasi penyaluran BBM agar tidak terjadi lagi kejadian seperti sekarang.
"kami Sulit untuk mengungkapkan penyalagunaan BBM tanpa ada informasi dari teman-teman wartawan dan masyarakat umum, untuk itu saya menghimbau dan meminta rekan-rekan wartawan mari bersama-sama mengawasi penyaluran BBM bersubsidi," imbuhan.
(Pewarta: Laode)








