Wabup Kepahiang Buka Sosialisasi ILP sekaligus Kinc Off ILP

Rabu, 24/07/2024 - 11:29
Wakil Bupati Kepahiang, Zurdi Nata membuka sosialisasi ILP sekaligus Kinc Off ILP.

Wakil Bupati Kepahiang, Zurdi Nata membuka sosialisasi ILP sekaligus Kinc Off ILP.

Klikwarta.com, Kepahiang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab0 Kepahiang mensosialisasikan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di setiap Puskemas pada (Rabu, 24 Juli 2024).

Tujuan sosialisasi itu agar seluruh tenaga kesehatan untuk dapat mewujudkan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat terutama mereka yang membutuhkan penanganan kesehatan di tingkat Desa dan Kelurahan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kepahiang, Zurdi Nata membuka sosialisasi ILP sekaligus Kinc Off ILP.

Ia mangatakan, dengan adanya program ILP ini akan memudahkan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai macam penyakit di tingkat Desa.

“ILP ini mempermudah pelayanan kesehatan untuk pelayanan tingkat desa dan ini pastinya sangat membantu masyarakat kita, yang mana Dinas Kesehatan aka mendeteksi cepat penyakit yang di rasakan masyarakat,” kata Zurdi Nata saat memberikan kata sambutan dalam acara itu di Aula Zu Zu Garden Kepahiang.

kepahiang

Pelayanan kesehatan primer dalam progam ILP ini salah satu pilar transformasi yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan kesehatan berdasarkan siklus hidup yang mudah diakses dan terjangkau sampai pada tingkat masyarakat, keluarga dan individu.

Sebagaimana dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Tajri Fauzan, transformasi layanan primer difokuskan untuk meningkatkan layanan promotif dan preventif, seperti memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, promosi kesehatan, membangun infrastruktur, melengkapi sarana, prasarana, SDM, serta memperkuat manajemen.

Perubahan mendasar pada transformasi layanan kesehatan primer terletak pada desain layanan yang difokuskan pada kelompok sasaran (people center) yang diberikan sampai ke tingkat dusun dan keluarga.

Pada tingkat kecamatan, desa ini memberikan paket layanan untuk masing-masing siklus hidup di berbagai tingkatan layanan kesehatan yang ada di Puskesmas, baik pelayanan di dalam gedung maupun luar gedung.

Pelayanan di Puskesmas akan terbagi menjadi 5 klaster yaitu klaster manajemen, kalstar Ibu dan anak, ilaster pelayanan kesehatan usia dewasa dan lansia, klaster penanggulangan penyakit menular dan lintas klaster.

Perubahan ini akan mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun serta memperkuat pemantauan wilayah setempat melalui pemantauan dengan dashboard situasi kesehatan di setiap desa.

“Melalui integrasi pelayanan kesehatan primer, peran Puskesmas sebagai penanggung jawab wilayah dalam kesehatan di wilayah kerjanya akan semakin diperkuat dengan aktifnya pemantauan wilayah setempat tingkat desa/kelurahan oleh petugas kesehatan bersama kader. Lintas program, lintas sektor dan organisasi profesi di bidang kesehatan memiliki peran yang menentukan untuk keberlangsungan transformasi pelayanan kesehatan primer”, urainya. (Adv)

Berita Terkait