Kondisi bus dan truk box bermuatan telur ayam usai terlibat kecelakaan beruntun di ruas Jalan Tol Boyolali Kilometer 481, pada Sabtu (25/1/2025).
Klikwarta.com, Boyolali - Kecelakaan beruntun melibatkan tiga kendaraan yakni bus, mobil sedan Chevrolet, dan truk box terjadi di ruas Jalan Tol Solo - Semarang, tepatnya di kilometer (KM) 481 Boyolali, pada Sabtu (25/1/2025) pagi, sekira pukul 08.30 WIB.
Peristiwa bermula dari sebuah elf yang mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan tol yang sama. Kendaraan dari arah Semarang menuju Solo yang melewati ruas jalan itu pun berhenti. Sementara, Dari arah belakang, sebuah bus melaju tak bisa berhenti hingga menabrak mobil Chevrolet dan truk box bermuatan telur ayam di depannya.
Pengemudi truk box, Indra, mengatakan bahwa kendaraan yang dia kemudikan sedang membawa 32.000 telur ayam dari Sukabumi menuju ke tempat penetasan di wilayah Boyolali.
"Di depan ada laka tunggal, minibus elf terguling. Saya sudah antri dan berhenti. Tiba-tiba saja datang bus dari belakang dan menyeruduk mobil yang berada di belakang, lalu menabrak kendaraan saya," ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian.
Pengemudi bus, Galih, mengaku sudah menginjak rem untuk berhenti. Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat laju kendaraannya sulit dikendalikan. Hingga akhirnya, bus bermuatan 32 penumpang dari Tangerang dengan tujuan Malang itu pun menabrak mobil Chevrolet dan truk box pengangkut telur ayam yang berhenti di depannya.
"Kendaraan-kendaraan di depan itu berhenti, dan jaraknya juga rapat karena di depannya ada kecelakaan tunggal. Saya sudah mengerem, tetapi karena terlalu mendadak bus tidak bisa berhenti, dan menabrak mobil dan truk box di depan," ujarnya.
Terkait insiden ini, Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali, Iptu Budi Purnomo, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan guna mencegah terjadinya kemacetan panjang.
"Arus lalu lintas sempat tersendat sebentar. Truk yang melintang tertabrak bus di tengah jalan juga bisa segera kita pinggirkan, dan arus lalu lintas kembali normal," jelasnya.
Dia menambahkan, seluruh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu juga sudah dievakuasi menggunakan truk derek dan dikeluarkan dari ruas jalan tol tersebut.
"Tidak ada korban jiwa. Semua hanya kerusakan materiil," tandasnya.
Iptu Budi Purnomo mengimbau, khususnya yang melintas di jalan tol agar tetap memperhatikan batas kecepatan yang telah ditentukan, agar peristiwa serupa tak terjadi lagi.
"Sesuai ketentuan, bahwa batas kecepatan di Jalan Tol Boyolali - Solo atau Semarang - Boyolali, yaitu minimal 60 km/, dan maksimal 80 km/jam. Dengan memperhatikan batas kecepatan tersebut, kita bisa mengurangi terjadinya kecelakaan baik itu fatalitas maupun kejadiannya," pungkasnya.
Pewarta : Kacuk Legowo








