Tiga Cucunya Selamat, Nasib Bakhtiar Masih Misteri Tenggelam di Laut

Kamis, 16/01/2020 - 02:05
Tim SAR BPBD Pemkab Bireuen turut dibantu unsur Muspika setempat terlihat sedang bersiaga untuk memulai aksi pencarian terhadap sosok Bakhtiar Makyah yang disinyalir telah tenggelam dan hanyut dibawa air laut diseputaran pesisir Kuala Induk Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Rabu 15 Januari 2020.

Tim SAR BPBD Pemkab Bireuen turut dibantu unsur Muspika setempat terlihat sedang bersiaga untuk memulai aksi pencarian terhadap sosok Bakhtiar Makyah yang disinyalir telah tenggelam dan hanyut dibawa air laut diseputaran pesisir Kuala Induk Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Rabu 15 Januari 2020.

Klikwarta.com, Bireuen -  Suasana duka menyelimuti perasaan warga Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen menyusul belum ditemukannya jasad seorang warga desa pesisir Bakhtiar Mak Yah (65), yang dipastikan tenggelam ketika berupaya hendak mengamankan tiga cucunya yang sedang mandi laut, terlihat nyaris hanyut dibawa arus disekitar laut Muara induk PPI Samalanga, Kabupaten Bireuen Rabu 15 Januari 2020.

Peristiwa duka yang menghiasi warga kecamatan ujung paling barat Kabupaten Bireuen itu tergambarkan dari rona wajah masyarakat yang berduyun-duyun berdatangan ke TKP dan tergabung dilokasi kantin kawasan gerbang kuala PPI Samalanga. Pasalnya, korban yang disinyalir telah hanyut dibawa arus air laut yang terjadi sekira pukul 17.15 Wib sore, hingga pukul 21.30 WIB dilakukan pencarian oleh anggota SAR Bireuen masih belum diketemukan.

Berbagai komponen terlihat berada di lokasi kejadian, selain dari unsur Muspika Samalanga beserta unsur perangkat serta tokoh Desa Penterheng, diantara yang terlihat lainnya adalah Tim SAR Instansi BPBD Pemkab Bireuen serta Tim Satpol Airud PPI Peudada.

Kasad Satpol Airud PPI Peudada Iptu Eka Yumadi, ketika berbincang dengan Klikwarta.com dipesisir kuala induk Samalanga menyebutkan, saat menerima informasi duka tersebut, dirinya langsung bergegas bergerak menuju TKP bersama beberapa orang anggota tim.

Kasat Eka juga mengaku kalau dari pihak Airud PPI Peudada tidak membawa armada pendukung seperti speed boot 40 pk karena memang tidak ada niat untuk melakukan operasi pada malam hari, mengingat kondisi medan yang masih tabu dan asing.

"Kalau saja sampai esok pagi upaya pencarian masih nihil, kami tetap akan beraksi intensif sesuai kapasitas tugas kami," demikian keterangan Kasat Airud Polres Bireuen.

Demikian pula penjelasan sementara dari KoorPos SAR Pemkab Bireuen Budi Darmawan ketika meluangkan waktu istirahat di kantin milik Kak Mala.

"Upaya pencarian oleh tim SAR sekira jam 23.00 Wib nanti juga akan berhenti, dan operasi pencarian akan kami lanjutkan pada pagi keesokan harinya," begitu kata Budi D.

Menurut keterangan yang dihimpun media ini, kronologis tenggelam dan hanyutnya warga Desa Pante Rheng Samalanga Bakhtiar Makyah sekira pukul 17.15 WIB itu adalah berawal dari upaya korban masuk air secara dadakan hendak meraih cucunya yang terlihat semakin hanyut jauh dari bibir pantai. Tanpa sadar kalau dirinya tidak lihai berenang, sang kakek Bakhtiar spontans berjibaku menceburkan diri. Naas, seketika itu juga raga Bakhtiar tenggelam dan lenyap dari pandangan mata.

Dalam suasana berkecamuk keadaan itu sempat terlihat seorang wanita paruh baya Kak Sakdiah Desa Pineueng Siribe yang kebetulan saat yang sama berada di seputaran gerbang masuk Kuala Samalanga. Boat Dompheng milik nelayan Ramli melintas berangkat melaut. Sakdiah melalui Kak Mala yang juga Istri Abu Laot Samalanga Mawardi yang ada dikantin usahanya setengah berteriak meminta bantuan Ramli.

Ramli bereaksi cepat menjangkau lokasi bocah-bocah yang sedang mandi dan juga sedang berupaya melawan tarikan berbarengan arus riak air laut. Tiga bocah seumuran kelas empat SD merupakan cucu dari Bakhtiar terselamatkan oleh Ramli. Dua bocah diantaranya sempat timbul tenggelam sehingga harus berlanjut dengan rawatan opname beberapa saat di Puskesmas Samalanga.

Canie (10) diantara korban yang masih tegar stamina lalu memberitahukan kepada Muhibuddin Yunus (50) seorang warga setempat yang kebetulan saat  kejadian berada dilokasi, bahwa Kakeknya Bakhtiar yang sering disapa warga dengan panggilan Bang Bakti tadinya terlihat berenang ingin menjangkau tangan Canie, namun kemudian tenggelam secara perlahan.

Mendengar pengakuan Canie, Muhibuddin kemudian bergegas meneruskan informasi keadaan itu kepada Danramil 02/Samalanga Kapten Infantri M Gade, untuk sama-sama mencari tindakan tepat yang mesti ditindaklanjuti. Dari saling oper informasi yang begitu cepat menyebar hingga mengundang hadir segera tim SAR Bireuen yang memiki jarak total sejauh 43 kilometer.

Tak heran jika tim bantuan Pemkab tersebut baru tiba di lokasi Kuala Induk Samalanga sekira pukul 20.00 WIB, seraya beraksi cepat dengan turut mendapat bantuan dari Camat yang diwakili Sekcam Taufiq S H, Kapolsek Samalanga AKP Bahrun dan Danramil 02/Samalanga Kapten Infantri M Gade untuk menyiapkan serta turun berlabuh terhadap  sarana transportasi air berupa Speed Boat sejenis RuberBoat bertenaga mesin pacu 30 pk.

Namun sampai berita ini dipublikasi sekira pukul 23.30 WIB, korban Muara Induk Samalanga Bakhtiar Makyah belum juga diketemukan. Mengingat kondisi medan, baik kondisi iklim yang kurang bersahabat, maupun jarak pandang yang sangat terbatas karena waktu malam hari. Proses pencarian korban dihentikan sampai akan dilanjutkan kembali pagi hari, sesuai penegasan komitmen yang disampaikan Koor Pos SAR Budi Darmawan dan juga pernyataan dari  Kasat Satpol Airud Polres Bireuen Iptu Eka Yumadi. (Rus-Brn)

Berita Terkait