Sekda Natuna Buka Kegiatan Rembuk Stunting di Tahun 2025

Kamis, 05/06/2025 - 09:39
Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna Boy Wijanarko Varianto 

Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna Boy Wijanarko Varianto 

Klikwarta.com, Natuna - Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, Boy Wijanarko Varianto secara langsung membuka kegiatan Pra musrembang Kabupaten Tematik Stunting (Rembuk Stunting) tahun 2025, melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Natuna, secara hybrid (luring dan daring).

Bertempat diruang rapat Kantor Bupati Natuna. Lantai ll. Jl. Batu Sisir Desa Sungai Ulu Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Rabu 04/06/2025.

Dengan mengusung tema" Optimalisasi Strategi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting untuk Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia".

Dan bertujuan untuk dapat meningkatkan  koordinasi serta komitmen pemerintah daerah, masyarakat dalam penurunan stunting.

Sekda Natuna Boy Wijanarko Varianto mengatakan bahwa pentingnya untuk menekankan sinergi lintas sektor dalam upaya dalam percepatan dan penurunan angka stunting di wilayah Natuna.

"Melalui di tahun 2025 aksi konvergensi untuk percepatan penurunan stunting dapat bertujuan menyederhanakan dan menyempurnakan dalam delapan aksi konvergensi stunting yang sudah ada sebelumnya, menjadi satu pendekatan terpadu yang lebih efektif.,"Ucap Sekda Natuna.

Perubahan ini juga bertujuan untuk dapat meningkatkan efektivitas konvergensi dalam penurunan stunting dengan fokus yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat. 

Pendekatan baru ini dapat menekankan integrasi data, penguatan perencanaan berbasis desa, dan optimalisasi peran seluruh pemangku kepentingan melalui analisis situasi yang lebih baik. Dengan demikian, diharapkan upaya penurunan stunting dapat lebih tepat sasaran dan memberikan hasil yang signifikan bagi masyarakat.

"Kegiatan Rembuk Stunting merupakan sabagian dari tahapan konvergensi dan program percepatan penurunan stunting yang dapat untuk melibatkan seluruh dari pemangku kepentingan dan juga mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, desa, hingga perwakilan masyarakat.,"Ungkap Sekda Natuna.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Natuna, Moestofa Albakry juga memaparkan agenda penting yang menjadi fokus pembahasan antara lain yaitu;

1. Melakukan evaluasi kinerja perangkat daerah kabupaten Natuna di dalam percepatan pencegahan atau penurunan stunting berdasarkan hasil analisis situasi.

2. Merumuskan bebrapa dari usulan program kegiatan intervensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.

3. Melakukan pemilahan usulan program 
/kegiatan intervensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting dalam kategori Fisik Prasarana, Sosial Budaya dan Ekonomi.

4. Mendeklarasikan komitmen pimpinan kabupaten/kota, DPRD, pimpinan OPD, kecamatan, desa/kelurahan dan pemangku kepentingan lainnya untuk merealisasikan rencana kegiatan percepatan pencegahan/penurunan stunting.

5. Memberikan apresiasi kepada perangkat daerah/lembaga/pelaku yang dinilai berkinerja baik dalam mendukung kabupaten/kota meningkatkan cakupan, kualitas, dan konvergensi intervensi gizi.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat untuk menghasilkan kesepakatan rencana aksi bersama yang efektif untuk percepatan penurunan stunting di tahun 2025. 

"Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan  untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung target nasional prevalensi stunting sebesar 14% di tahun 2024 dan melanjutkan upaya penurunan stunting hingga target tersebut tercapai di tingkat daerah.,"Ungkap Moestofa Albakry.

Dengan kesepakatan dan komitmen yang kuat, juga diharapkan target penurunan stunting dapat tercapai dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Pemerintah daerah Kabupaten Natuna menunjukkan komitmen yang kuat untuk dapat meningkatkan kualitas hidup di masyarakat terutama dalam aspek gizi anak, kesehatan ibu hamil serta sanitasi lingkungan, dan edukasi keluarga. 

Upaya ini merupakan bagian integral dari pembangunan manusia seutuhnya di wilayah perbatasan yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif. 

"Dengan adanya komitmen diharapkan Kabupaten Natuna dapat menjadi contoh bagi daerah lain didalam pembangunan manusia berkualitas.," tutup Moestofa Albakry. (Ilham)

Berita Terkait