Sambut Libur Nataru, Pemerintah Kembali Luncurkan Program Stimulus Ekonomi Diskon Tiket Kapal PELNI ke Semua Rute

Sabtu, 22/11/2025 - 13:13
Pamplet program stimulus Ekonomi Diskon tiket Kapal Pelni

Pamplet program stimulus Ekonomi Diskon tiket Kapal Pelni

Bitung, Klikwarta.com - Dalam rangka menyambut libur Natal 2025 dan Tahun baru 2026 Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kembali meluncurkan program stimulus ekonomi. Potongan harga untuk pembelian tiket kelas ekonomi tersebut berlaku sejak Jumat, 21 November 2025, Pukul 12:00 WIB.

Sekretaris Perusahaan PELNI Evan Eryanto dalam pres rilisnya mengatakan, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menerima penugasan program stimulus ekonomi berupa diskon tiket untuk kapal penumpang kelas ekonomi. 

"Penjualan tiket dengan potongan diskon akan dimulai pada Jumat, (21/11) untuk periode keberangkatan terhitung tanggal 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Dan potongan ini berlaku untuk seluruh tujuan atau pelabuhan yang disinggahi kapal penumpang menggunakan kelas ekonomi,"Ungkapnya.

Lebih Lanjut, Ia mengatakan untuk program stimulus ekonomi periode libur Nataru tahun 2025 ini, Pemerintah memberikan tarif diskon sebesar 20 persen dari tarif dasar. Evan juga menjelaskan, tarif dasar merupakan harga tiket sebelum ditambahkan komponen biaya asuransi dan pas pelabuhan.

"Jika sudah ditambahkan asuransi dan pas pelabuhan, rata-rata potongan diskonnya setara 16-18 persen, dan ini hanya berlaku untuk tiket kapal penumpang kelas ekonomi yang bisa diperoleh di seluruh channel penjualan tiket kapal PELNI,"ujarnya. 

Berdasarkan perhitungan dari anggaran yang disediakan oleh Pemerintah, stimulus diskon ini menargetkan 405.881 penumpang selama periode Nataru mendatang. Harga tiket akan kembali ke tarif normal setelah kuota stimulus habis terjual.

"Jika minat masyarakat tinggi, bukan tidak mungkin sebelum periode perjalanan 10 Januari 2026, tiket diskon sudah habis terjual, apalagi saluran penjualan digital tiket PELNI sudah sangat mudah dijangkau, baik melalui aplikasi PELNI Mobile maupun aplikasi perbankan Himbara,"ujarnya lebih lanjut.

Dalam pres rilisnya, Evan juga mencontohkan, untuk tarif Semarang ke Karimun Jawa yang normalnya dijual seharga Rp 134.500,-  Setelah dikenakan diskon 20 persen dari tarif dasar, maka tarif menjadi sebesar Rp 114.300,termasuk komponen asuransi dan pas pelabuhan.

"Sebagai informasi bahwa besaran pas pelabuhan di setiap wilayah berbeda-beda. Contoh pas pelabuhan di Semarang sebesar Rp 27.500 dan di Pelabuhan Belawan sebesar Rp 47.500. Contohnya lainnya stilmulasi rute Belawan - Batam, tarif tiket normal sebesar Rp 304.000,- menjadi Rp 254.300 dan ini sudah termasuk juga pas pelabuhan Rp 47.500 dan asuransi Rp 6.000,"pungkasnya.

Adapun kebijakan stimulus diskon tiket kapal PELNI ini berlaku di seluruh channel pembelian tiket kapal PELNI, seperti aplikasi PELNI Mobile, website PELNI, contact center 162, loket cabang, fitur Lifestyle BCA Mobile, OVO, Sukha by Livin Mandiri, BNI agen46, dan BRImo, jaringan Indomaret dan OMI mitra Indogrosir, jaringan Alfamart dan Alfamidi, ATA Tour, Fastpay, easybook.com, via.com, MMBC, Darmawisata Indonesia hingga Versa dan Topindo.

"Sementara untuk pembayaran, PELNI sudah bekerja sama dengan Bank BTN, BRIVA, BNI Virtual Account, Permata Bank, Mandiri Virtual Account, Indomaret dan OMI mitra Indogrosir, jaringan Alfamart dan Alfamidi, iSaku, Finpay, dan Fastpay," tambahnya.

PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dengan 1.359 rute dan menyinggahi 74 pelabuhan.

Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 230 pelabuhan dengan total 522 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.

Pewarta: Laode

Berita Terkait