Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS
Klikwarta.com, Jakarta - Hidup di dunia adalah ujian, di mana setiap perbuatan kita akan menentukan apakah kita termasuk dalam golongan yang mendapatkan kenikmatan surga atau justru terjerumus dalam azab neraka. Dalam kehidupan ini, manusia diberikan pilihan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan perintah Allah atau terjerumus dalam perbuatan dosa, Kamis (8/5)
Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menyampaikan sebuah pesan spiritual mendalam berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, serta firman Allah dalam Al-Qur'an Surat As-Sajdah ayat 17.
"Aku telah mempersiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh dan salehah suatu kenikmatan di surga yang belum pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia," (QS. As-Sajdah: 17).
Prof. Rokhmin Dahuri mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa Allah SWT telah menjanjikan kenikmatan surga bagi hamba-hamba yang saleh, suatu keindahan yang belum pernah terlihat oleh mata, didengar oleh telinga, atau terlintas di hati manusia.
Sebaliknya, Rasulullah SAW juga memperingatkan tentang siksa neraka, di mana bahkan hukuman paling ringan adalah seseorang yang dipakaikan terompah dari api neraka hingga mendidih ubun-ubunnya.
"Sesungguhnya siksaan paling ringan di neraka adalah seseorang dipakaikan terompah dari neraka di kedua kakinya, hingga mendidih ubun-ubunnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Anggota Komisi IV DPR RI 2024 - 2039 itu menegaskan bahwa dua ajaran ini berfungsi sebagai peringatan keras sekaligus motivasi kuat bagi umat manusia tidak melakukan perbuatan dosa (maksiat) seperti berbuat dzalim, tidak adil, malas, berjudi, mencuri (korupsi), zinah, berbohong, mengkonsumsi makanan & minuman haram (narkoba, wiski, babi, darah, dll), tidak mau menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan, dan lainnya.
Hal ini, sebagai insentif (penyemangat) manusia untuk mengerjakan berbagai kebajikan (amal saleh) seperti sholat, puasa, zakat, infaq, shodaqoh, ibadah haji dan umroh, rajin membaca, menuntut ilmu, menolong orang lain, merawat bumi (lingkungan hidup), sabar, syukur, jujur, amanah, dan lainnya.
"Surga adalah motivasi tertinggi, dan neraka adalah peringatan terbesar. Mari kita jadikan keduanya sebagai kompas hidup agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT," ujar Wakil Ketua Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) itu.
(Kontributor : Arif)








