Ketua IKA PMII KOMFISIP, Dinno Brasco menyampaikan materi.
Klikwarta.com - Ketua IKA PMII KOMFISIP, Dinno Brasco mengatakan dalam berpolitik, mahasiswa bukan penonton, tapi pemain untuk masa depan. Mahasiswa adalah generasi puber politik, yang kelak akan semakin dewasa dalam mental berpolitik.
"Fenomena mengkhawatirkan dalam politik saat ini adalah polarisasi masyarakat. Saat ini terjadi pengelompokan massa, yang mengakibatkan perjuangan atas nama kelompok, bukan atas kepentingan bersama sebagai sebuah bangsa", ujarnya saat mengisi materi pada 27 Maret 2019, pukul 20.00 s.d 22.10 WIB, di Insomniak Cafe, Tangerang Selatan, Banten, dalam kegiatan penggalangan opini melalui diskusi publik, dengan tema *"Pilpres Damai Lancar, Utamakan Visi Misi Bukan Caci Maki"*
Lanjutnya, kecenderungan globalisasi saat ini mengakibatkan sebuah penguatan identitas. Dampaknya, terjadi permasalahan SARA yang bahkan dapat menghancurkan takdir sebuah bangsa besar.
"Radikalisme muncul dari adanya ujaran kebencian. Ketika ujaran kebencian sudah dipercaya, sedikit saja dicampur dengan racun, maka akan terjadi radikalisme", katanya.
"Negara Arab sudah pecah karena ada kepentingan yang memecah belah", sambungnya.
Dikatakannya, Indonesia melalui Presiden Jokowi adalah satu-satunya negara yang membela Palestina. Sebagai negara dengan muslim terbesar, Presiden Jokowi sadar bahwa dukungan tersebut sangat penting bagi sesama negara Muslim. Jangan sampai masyarakat terkecoh dengan berita-berita bohong yang menggunakan Islam sebagai kendaraan politik.
"Bhinneka Tunggal Ika adalah representasi dari keberagaman di Indonesia. Saat ini negara Indonesia dalam keadaan baik-baik saja. Beberapa politisi saat ini yang menggambarkan kekacauan terjadi di Indonesia hanya untuk kepentingan politik semata", tegasnya menandaskan. (Ad)








