Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, saat menerima cindera mata dari Pemprov Aceh, di Gedung Bawarasa, Kabupaten Trenggalek, Rabu (13/5/2026)
Klikwarta.com, Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Provinsi Aceh. Tujuan Pemprov Aceh ke Trenggalek kali ini dalam rangka melakukan study tiru pelaksanaan implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Transaksi Non Tunai (TNT) di Kabupaten Trenggalek, Rabu (13/5/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, menyampaikan, meskipun lebih dahulu menerapkan transaksi non tunai kurang llebih 2 tahun anggaran kebelakang, mengaanggap kunjungan study tiru ini sebagai kegiatan belajar bersama antara kedua daerah itu.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapatkan kunjungan kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Provinsi Aceh. Tentunya ini suatu kehormatan buat kami dan teman-teman dari Aceh ada yang berasal dari beberapa Kabupaten. Kemudian juga ada dari perbankan, Bank Syariah Aceh.
" Kita akan sama-sama belajar terkait dengan pelaksanaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), Transaksi Non Tunai. Yang alhamdulillah Trenggalek sudah melaksankannya sejak tahun 2024," ungkap Sekdakab Trenggalek, Edy Soepriyanto.
Menurutnya, di Jawa Timur masih sedikit yang menerapkan TNT ini dan Trenggalek sudah lebih dahulu melaksanakannya, dengan transaksi non tunai ini, paling tidak kita tidak menggunakan uang tunai.
Jadi semua dilaksanakan secara non tunai dengan harapan bisa lebih praktis. " Kemudian lebih terjamin akurasinya serta transparansi pelaksanaannya, dengan begitu lebih akuntable," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Provinsi Aceh, H. Iskandar saat berkunjung ke Kabupaten Trenggalek membenarkan, tujuannya Kunjungan Kerja Dinas, ke Trenggalek dalam rangka melihat pelaksanaan implementasi Transaksi Non Tunai di Trenggalek.
Menurutnya Trenggalek dipilih karena telah melaksanakan sitem ini selama 2 tahun dan itu dianggap lebih berpengalaman oleh Pemerintah Provinsi Aceh. " Kemudian pemilihan Trenggalek juga atas saran dari Kementrian Dalam Negeri," tukasnya.
"Tidak salah kami berkunjung ke Trenggalek karena ketika kami berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, kita diarahkan ke Trenggalek karena baru Trenggaleklah di Jawa Timur yang sudah menerapkan ini," pungkasnya. (Mar'atus)








