48 Peserta Diklat Pemadam I Bukittinggi-Agam Terima Sertifikat BPSDM Kemendagri

Sabtu, 21/01/2023 - 15:10
Bupati Agam, Andri Warman menerima sertifikat Diklat Pemadam didampingi Sekretaris Damkar dan Penyelamataan Kota Bukittinggi, Zulhendri di kantor BPSDM Kemendagri.

Bupati Agam, Andri Warman menerima sertifikat Diklat Pemadam didampingi Sekretaris Damkar dan Penyelamataan Kota Bukittinggi, Zulhendri di kantor BPSDM Kemendagri.

Klikwarta.com, Jakarta Selatan – Sebanyak 48 peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pemadam I (Bukittinggi-Agam) menerima sertifikat kompetensi dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).

Diketahui, sertifikat Diklat Pemadam tersebut diterima langsung Bupati Agam, Andri Warman, didampingi Sekretaris Damkar dan Penyelamataan Kota Bukittinggi, Zulhendri, di Kantor BPSDM Kemendagri, Kamis (19/1) kemarin. 

Zulhendri mengatakan, Diklat Pemadam yang diinisiasi Kota Bukittinggi ini melibatkan personel pemadam dua daerah masing-masing Bukitinggi melibatkan 26 peserta dan Agam 22 peserta.

“Para peserta diklat dinyatakan lulus setelah dilatih selama lima hari. Sertifikat kelulusan diterima langsung Bupati Agam dari perwakilan BPSDM Kemendagri, Setiawan,” kata Zulhendri, Jumat (20/1).

d

Zulhendri menjelaskan, personel damkar dinyatakan lulus sertifikasi setelah ditempa pelatih dari Pusdiklatsar Ciracas, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lainnya. Diklat dilakukan selama dua hari di ruangan dan tiga hari di lapangan.

“Tanggal 5 dan 6 peserta mendapatkan pendidikan di Grand Malindo Bukittinggi, 7 hingga 9 latihan di lapangan,” jelasnya.

Ia sebut, Pada Diklat Pemadam I (Bukittinggi-Agam) ini, personel Damkar Kabupaten Agam, Ulya, berhasil menjadi lulusan terbaik.

MoU Peningkatan SDM Aparatur Pemadam pada kesempatan itu kata Zulhendri, Bupati Agam berharap terjalin kerjasama peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur pemadam antara Agam-Bukittinggi dan BPSDM Kemendagri. Langkah awal, bupati menyerahkan draft MoU kerjasama.

“Draft MoU diserahkan kemarin oleh Bupati Agam dan kemudian akan ditindaklanjuti pihak BPSDM Kemendagri,” sebut Zulhendri. 

Menurut bupati, Agam dan Bukittinggi merupakan daerah yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga bupati berharap, Pusdiklat BPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi di Kecamatan Baso dapat dimanfaatkan untuk Pusdiklat Satpol PP dan Damkar untuk wilayah Sumatra.

“Pertimbangannya adalah Pusdiklatsar wilayah Sumatra di Rohil sudah ditutup dua tahun lalu,” ungkapnya.

Pihak BPSDM Kemendagri menyambut baik rencana kerjasama yang diajukan Agam-Bukittinggi, terkait peningkatan SDM aparatur di kedua daerah itu. (*)

Kontributor: Warman

Berita Terkait