Pemkab Limapuluh Kota menggandeng BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan Fokus Grup Discussion bersama Wali Nagari, Camat dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah di Limapuluh Kota.
Klikwarta.com, Limapuluh Kota - Guna mengoptimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di nagari, khususnya pekerja rentan/miskin ekstrem, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyelenggarakan Fokus Grup Discussion (FGD) bersama seluruh wali nagari,camat, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah di Limapuluh Kota, bertempat di Aula Kantor Bupati, Sarilamak (26/12/2022).
FGD tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin, dan dihadiri oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi Ahmad Sunjana, Kepala Bapelitbang Gusdian Laora dan Kepala Dinas DPMDN Endra Amzar.

Bupati Safaruddin dalam sambutannya mengatakan, pandemi covid-19 dan keadaan ekonomi yang belum stabil membuat ekonomi golongan menengah ke bawah cukup sulit. Ia menjelaskan, dengan memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerja yang berasal dari masyarakat menengah ke bawah tersebut, akan memberikan rasa nyaman dalam mencukupi kebutuhan keluarga.
"Pemerintah pusat hingga nagari perlu berpartisipasi dalam perlindungan pekerja rentan agar keluar dari jurang kemiskinan ekstrem, hal itu selaras dengan Instruksi Presiden Nomor. 4 Tahun 2022 tentang Kemiskinan Ekstrem," tutur Bupati Safaruddin.
Bupati Safaruddin berkomitmen untuk membuat gerakan perlindungan pekerja rentan miskin ekstrem di Limapuluh Kota, sebagai bentuk dukungan terhadap pencanangan gerakan peduli pekerja rentan yang dicanangkan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Oktober lalu.
Bupati berharap, FGD dapat dijadikan moment kebersamaan dalam menyampaikan ide-ide dan langkah yang dibutuhkan agar gerakan perlindungan pekerja rentan dapat berjalan baik.
"Yang tidak kalah pentingnya, kami mendorong pemerintah nagari memberikan perlindungan kepada pekerja di nagari melalui alokasi anggaran dana desa agar terhapusnya kemiskinan ekstrem di Limapuluh Kota," harap Safaruddin.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi Ahmad Sunjana, dalam sambutannya mengapresiasi Pemkab Limapuluh Kota yang telah mendukung penuh program perlindungan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja yang rentan/miskin ekstrem.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun BPJS Ketenagakerjaan, dengan rincian jumlah pekerja, baik itu di sektor formal maupun informal di Limapuluh Kota mencapai 138 ribu orang.
"Saat ini, pekerja yang baru terlindungi oleh jaminan kesehatan di angka 47.095 pekerja, artinya persentase yang tercapai baru 37 persen," jelas Ahmad Sunjana.
Pihaknya berharap, melalui FGD yang diselenggarakan hari ini dapat meningkatkan pemahaman pemerintah nagari hingga pemerintah kabupaten akan pentingnya jaminan sosial bagi para pekerja khusunya pekerja rentan di Limapuluh Kota.
Pada momen FGD tersebut, turut diserahkan santunan secara simbolis jaminan kematian bagi Guru Honorer SDN 03 Gunung Malintang dan Perangkat Nagari Andiang masing-masing Rp42 juta.
(Kontributor: Edwarman)








