Ditandai Pengguntingan Pita, Mahyeldi Resmikan Masjid Raya Lubuak Basuang 

Jumat, 21/10/2022 - 01:01
Peresmian Masjid Raya Lubuak Basuang ditandai dengan Pengguntingan Pita oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Peresmian Masjid Raya Lubuak Basuang ditandai dengan Pengguntingan Pita oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Klikwarta.com, Agam - Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi, meresmikan Masjid Raya Lubuak Basuang, Jorong VII Pasar Lubuk Basung, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Kamis (20/10/2022) siang. Peresmian ditandai dengan Penandatanganan Prastasi dan Pengguntingan Pita, kemudian dilanjutkan dengan shalat zuhur berjamaah, diimami Gubernur Mahyeldi. 

Usai shalat, Mahyeldi yang akrab disapa buya itu, juga memberikan tausiyah singkat tentang; jalan yang lurus, petunjuknya serta sosok yang telah menjalaninya, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada dan sholihin.

Sebelumnya, Mahyeldi dalam sambutannya menyampaikan, tentang arti penting kehadiran Masjid sebagai solusi berbagai permasalahan di tengah masyarakat. 

Ia menjelaskan, Masjid menjadi tempat ibadah sekaligus tempat bermusyawarah sehingga di Minangkabau itu, identik dengan setiap suku memiliki Surau ataupun Masjid.

"Dengan adanya Masjid di setiap suku, ini menunjukkan bahwa, masyarakat Minangkabau itu sangat religius, dan ini sangat sesuai sekali dengan falsafah negara kita. Maka dari itu, keberadaan Masjid dalam masyarakat dan bangsa sangat penting dalam membangun dan menyelesaikan permasalahan -permasalahan bangsa," ucap Mahyeldi. 

Berkaitan dengan momen peringatan maulid Nabi Muhammad SAW kata Mahyeldi, salah satu teladan Rasulullah adalah menjadikan Masjid berfungsi sebagai pusat pembangunan dan penyelesaian masalah umat serta pusat pembinaan. Baik keagamaan maupun pembinaan yang lain.

"Mulai 22 Oktober ini akan digerakan dan dijalankan kegiatan wirid di Masjid bagi pelajar SMP dan SMA se-Sumbar sebagai bentuk dari mengembalikan fungsi Masjid sebagaimana mestinya," tuturnya. 

Masjid Raya Lubuk Basung merupakan Masjid tua yang menurut Ketua Pengurus Masjid Yasri Antova, telah berusia 117 tahun. 

"Awalnya masih Masjid kayu. Alhamdulillaah dengan swadaya masyarakat dan dukungan perantau, Masjid direnovasi tahun 2018 hingga 2022, dengan dana Rp3 miliar," ungkap Yasri.

Dalam kesempatan itu Gubernur Sumbar ini juga melaksanakan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Dalam sosialisasi dengan tema; 'Budayakan Germas dalam Kehidupan Kita agar Dapat Cegah Stunting', tersebut, Mahyeldi memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes), petugas kesehatan dan kader kesehatan yang telah memberikan dedikasinya untuk menyehatkan masyarakat Sumbar, khususnya masyarakat Kabupaten Agam.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dalam upaya mencegah stunting. Terutama memperhatikan, mulai dari anak remaja putri agar tidak anemia, ibu hamil tidak mengalami kurang energi kalori, dan Bayi baru lahir diberikan ASI ekslusif serta memberikan makanan yang sehat dan beragam sejak umur 6 bulan hingga 24 bulan yang disebut 1000 hari pertama kehidupan.

"Saya mendukung penuh pembudayaan Germas sebagai bagian dari promotive dan preventif dalam menciptakan masyarakat sehat. Penting menjaga agar anak tidak sakit melalui pemberian imunisasi lengkap sampai anak usia 23 bulan, karena anak yang mendapatkan kekebalan tentunya akan jarang sakit. Anak yang sering sakit juga berpotensi terjadinya stunting," imbau Mahyeldi. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Lila Yanwar sebut, gerakan masyarakat hidup sehat dimulai dengan menggerakkan dari partisipasi masyarakat itu sendiri, seperti Gerakan Masjid Bersih atau Posyandu di Masjid serta menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan kesehatan, melalui ceramah tentang makanan sehat untuk mencegah stunting dan Germas. 

(Kontributor: Edwarman)

Berita Terkait