Walikota Blitar Santoso di Acara Pembukaan Musrenbang RPJMD Kota Blitar Tahun 2021-2026 (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)
Klikwarta.com Blitar - Walikota Blitar Santoso memastikan substansi agenda pembangunan daerah kota Blitar tahun 2021-2026 memuat program-program kerja yang inovatif sekaligus menghadirkan solusi yang bermanfaat besar bagi warga kota Blitar.
Ini disampaikannya ketika membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Blitar Tahun 2021-2026 di Balaikota Koesoemo Wicitra, Jumat (4/6/2021).
Menyinggung inti masing-masing program kerja pembangunan daerah tahun 2021-2026 tadi, melalui sambutannya, melihat kebutuhan perubahan kualitas hidup masyarakat sekaligus membangun modernisasi perdaban lokal berbasis nilai budaya yang menyesuaikan perkembangan zaman. Selain itu, juga dampak-dampak strategis akibat pandemi Covid-19.
"Saya mengingatkan terkait dengan RPJMD 2021-2026 ini agar fokus kepada pembahasan program inovatif dan menjadi prioritas yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat," ucapnya.
Demi itu, Santoso menegaskan kedepan RPJMD harus dapat merespon, memetakan dan memproyeksikan isu-isu strategis baru dalam semua urusan pemerintahan. Baik isu di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional. Terobosan-terobosan dalam memecahkan permasalahan kota Blitar harus difokuskan.
"Pemfokusan ini pada sektor-sektor yang memberikan cukupan efek yang luas seperti penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan SDM yang berdaya saing sampai dengan pemantapan penerapan good governance dan pelayanan prima berbasis teknologi informasi," tukasnya.
Santoso mengingatkan kepada dinas-dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menyediakan data-data yang valid serta mampu dipertanggungjawabkan. Itu menjadi atensinya, karena komposisi pembuatan kebijakan yang dibuat kepala daerah berdasarkan data.
"Saya percaya setiap dokumen perencanaan yang kita susun tidak ada kesenjangan antar dokumen perencanaan daerah, atau secara berjenjang selaras dan sinergis dengan dokumen perencanaan di atasnya. Saya mengharapkan forum musrenbang bukan hanya menjadi formalitas semata. Bukan pula untuk sekadar mengugurkan kewajiban guna memperoleh legitimasi publik," ungkapnya.
"Lebih dari itu, saya sangat mengharapkan kepada seluruh stakeholder yang hadir di forum musrenbang ini benar-benar dapat memberikan masukan dan saran bagi proses dan kemajuan pembangunan di kota Blitar," tutupnya. ADV
(Pewarta : Faisal NR)








