Navigasi Era Digital: Komisi X DPR RI dan Unisri Dorong Keseimbangan Teknologi dan Kekuatan Karakter

Selasa, 04/08/2026 - 22:21
Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, saat menjadi keynote speaker dalam Workshop Bina Talenta di Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Selasa (3/8/2026)

Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, saat menjadi keynote speaker dalam Workshop Bina Talenta di Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Selasa (3/8/2026)

Klikwarta.com, Solo - Akselerasi digitalisasi di dunia pendidikan tinggi tak lagi sebatas pilihan, melainkan kebutuhan mutlak. Namun, secanggih apa pun teknologi yang diadopsi, penguatan karakter dan fondasi etika mahasiswa tetap menjadi benteng utama yang tak terpisahkan.

Pesan kunci tersebut mengemuka dalam Workshop Bina Talenta bertajuk "Transformasi Digital Pembelajaran dan Implementasi Teknologi dalam Mewujudkan Lulusan Berdaya Saing Global" yang digelar di Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Selasa (3/8/2026). Forum hasil kolaborasi Kemdiktisaintek, Komisi X DPR RI, dan Unisri ini diikuti akademisi serta perwakilan mahasiswa.

Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, menegaskan bahwa kemahiran mengoperasikan instrumen digital merupakan syarat utama agar lulusan perguruan tinggi mampu memenangkan persaingan global yang kian ketat. Meski begitu, peran vital manusia dengan nilai moralnya tidak akan pernah bisa digantikan oleh kecerdasan buatan maupun mesin.

"Transformasi dan digitalisasi pembelajaran ini tidak bisa ditolak, semua harus menyesuaikan agar sistem menjadi alat bantu yang lebih tepat dan cepat," ujar Juliyatmono saat menyampaikan keynote speech.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi yang tidak diimbangi dengan etika justru berisiko memicu dampak destruktif.

"Persaingannya adalah persaingan teknologi, mau tidak mau harus dikuasai betul. Namun, penggunanya wajib memiliki karakter yang baik. Yang tidak bisa digantikan oleh teknologi adalah sosok pelakunya," tegas mantan Bupati Karanganyar tersebut.

Senada dengan hal itu, Rektor Unisri Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., menekankan pentingnya transformasi peran tenaga pendidik. Menurutnya, kulitas lulusan berdaya saing global bermula dari proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Prof. Sutoyo mengingatkan agar para dosen tak ragu meninggalkan metode konvensional. Pasalnya, mahasiswa masa kini merupakan generasi digital native yang sangat akrab dengan teknologi.

"Kalau cara mengajar dosen tidak memanfaatkan teknologi digital, jelas akan ketinggalan. Bahkan mahasiswanya bisa jadi lebih canggih. Oleh karena itu, penguasaan teknologi bagi pengajar adalah syarat mutlak," terangnya.

Guna mendukung komitmen tersebut, Unisri telah menjalankan program modernisasi fasilitas pembelajaran secara bertahap selama empat tahun terakhir. Kampus aktif melengkapi ruang-ruang kelas dengan papan tulis pintar (smartboard) serta mendorong efisiensi mengajar berbasis media digital, tanpa mengabaikan sarana penunjang kognitif dasar mahasiswa.

Selain Juliyatmono dan Prof. Sutoyo, workshop ini juga menghadirkan pakar edukasi digital sebagai narasumber, di antaranya Kaprodi S2 Teknologi Pendidikan UNS Prof. Dr. Agus Efendi, M.Pd., Kepala LPPMP UNS Dr. Ir. Budi Legowo, M.Si., serta Wakil Rektor Bidang Akademik Unisri Ir. Saiful Bahri, M.Kom.

Melalui kolaborasi regulasi, pembaruan sarana, dan penguatan mutu pengajar, Unisri optimistis mampu mencetak lulusan yang tidak hanya sigap merespons tantangan global, tetapi juga teguh memegang integritas moral.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait