Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Bintan Wan Rudi
Klikwarta.com, Bintan - Bertempat di Pantai Tanjung pisau Desa penaga kecamatan Telok Bintan Kabupaten Bintan Masyrakat melaksanakan Tradisi mandi oleh masyarakat setempat untuk melaksanakan tradisi Mandi Safar, Rabu (06/10/2021).
Mandi Safar merupakan kegiatan tradisi Ritual Budaya Melayu bersendikan Agama Islam yang hingga kini masih terjaga sejak ratusan tahun silam digelar setiap tahun tepatnya di bulan Safar dalam hitungan Tahun Hijriah.
Tradisi tersebut dilakukan masyarakat Negeri Bunda Tanah Melayu secara turun temurun sejak lama. Bahkan, Sultan-sultan zaman dahulu juga telah melakukan kegiatan yang memiliki makna luar biasa itu.
Sesuai dengan namanya, tradisi ini dilaksanakan dengan acara mandi dengan tujuan untuk menolak bala. Bahkan, Tradisi Mandi Safar ini sudah dilaksanakan sejak zaman Sultan Riau-Lingga, Sultan Abdulrahman Muazamsyah yang memerintah tahun 1883-1911.
Kegiatan mandi safar di desa Penaga tersebut di suport oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya provinsi Kepri di tanjung pinang yg di dokumentasikan kegiatan tersebut dalam media visual untuk masyarakat generasi muda Bintan ke depan
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Bintan Wan Rudi mengatakan , dukungan dan kerjasama dari semua pihak untuk menyemarakkan acara ini, semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda dinas kebudayaan saja, namun lebih kepada menjaga tradisi demi mewujudkan Bintan yang berbudaya,” ucap Wan ,saat kegiatan Mandi Safar, kemarin.
Ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan untuk melakukan promosi dan menjadikan Mandi Safar sebagai salah satu agenda wisata di Kabupaten bintan
“Tentunya acara ini harus kita kemas dengan menarik, sehingga keinginan para pelancong untuk mengenal tradisi turun temurun di Negeri Tanah Melayu bisa membekas dan menjadi ingatan yang berkesan bagi mereka,” pungkasnya kadispar Bintan.
(Pewarta : Surya)








