Wabup Syah Dorong Pendirian Paguyuban Pencak Silat di Trenggalek

Selasa, 15/03/2022 - 16:43
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, saat menghadiri pertemuan antar perguruan pencak silat, di aula kantor Bakesbangpol, Selasa (15/3/2022)

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, saat menghadiri pertemuan antar perguruan pencak silat, di aula kantor Bakesbangpol, Selasa (15/3/2022)

Klikwarta.com, Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek dorong pendirian paguyuban perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek. Hal itu, guna merangkul para pendekar agar terjaga kerukunan antar perguruan, serta tali silaturahmi, rasa empati dan saling menghargai antar perguruan silat satu dengan lainnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Trenggalek, mengundang seluruh perguruan pencak silat di bawah naungan IPSI untuk duduk bersama saling memberikan masukan satu sama lain. Pertemuan berlangsung di Aula Kantor Bakesbangpol, Selasa (15/3/2022).

Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara, menyambut baik upaya pembentukan paguyuban antar perguruan silat ini. Ia pun berpesan, wacana pendirian paguyuban ini dipikirkan dengan matang, sehingga tidak terjadi permasalahan baru.

Selanjutnya, Wabup Syah sepakat bahwa semua perguruan pencak silat memiliki tujuan yang baik.

"Seperti kata pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelangga. Karena kesalahan oknum rusak nama pencak silatnya. Hal inilah yang perlu kita jaga, semoga dengan adanya paguyuban nanti kerukunan antar perguruan dapat terwujud", ungkap Wabup Trenggalek.

"Pertarungan di jalanan dan di ring itu berbeda, bila menang bertarung di ring kita akan mendapatkan penghargaan atau piala. Sedangkan bertarung di jalanan tentunya berpotensi pada persalahan hukum, mari kita hindari ini", imbuhnya.

Berdirinya paguyuban antar perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek juga mendapat dukungan dari Ketua IPSI Trenggalek, Sigid Agus Hari Basuki.

"Dengan adanya paguyuban diharapkan ada presepsi atau sudut pandang yang sama antar sesama perguruan pencak silat", kata Sigid.

Sejarahnya pencak silat ini merupakan seni bela diri warisan leluhur dari Melayu dan Unesco telah menetapkan pencak silat ini sebagai budaya warisan leluhur yang patut kita jaga. Berkembangnya waktu, pencak silat menjadi cabang olah raga dan kita banyak mengukir prestasi dan menjadi salah satu cabang olah raga unggulan tanah air.

Sigid menambahjan, "merujuk pada perjalanan sejarah itu bawasannya kita ini saudara hanya baju atau identitasnya saja yang membedakan. Diharapakan konflik-konflik antar perguruan bisa dihindari dengan menjaga silaturahmi".

Sementara, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Trengalek, Widarsono, mengatakan, "Hari ini kita kumpulkan semua perguruan silat yang ada di sini, dibawah naungan IPSI, kita undang ketua dan sekretaris dengan harapan kita bisa duduk bersama untuk bicarakan ke depan ini masing-masing wilayah kecamatan itu, kita buat semacam paguyuban. Dengan harapan apabila terjadi apa-apa dapat diselesaikan dengan baik. Harapan kami semoga tidak terjadi apa-apa".

"Apabila terjadi sesuatu yang berkaitan dengan perguruan silat, bisa dilokalisir, bisa diselesaikan di wilayah itu, tidak perlu mengembang dibawa keluar, selesai di tempat itu", ujarnya.

"Dengan pertemuan ini, saya berharap kita bisa duduk bersama, tanpa berharap terjadi suatu masalah. Kita akan mencoba, mungkin dalam 3 atau 4 bulan mengadakan pertemuan untuk menampung masukan agar tidak terjadi masalah nantinya", pungkas dia.

Pewarta : Hardi Rangga

Berita Terkait